Wakil Bupati Tinjau Kerusakan Jembatan di Pedawa dan Salurkan Bantuan

  • admin_bulelengkab
  • 29 Januari 2018
  • Dibaca: 254 Pengunjung

Hujan deras yang mendera Buleleng dalam tiga hari ini menimbulkan sejumlah bencana di beberapa desa, bahkan di kota. Salah satunya berada di Desa Pedawa Kecamatan Banjar. Kerusakan yang ditimbulkan di Pedawa,antara lain, rumah warga sebanyak 60 kk tertimpa longsor, satu rumah amblas, jalan desa di beberapa titik rusak dan jembatan di banjar dinas Desa Pedawa putus akibat banjir bandang. 

Arya Wirawan, Kadus Banjar Dinas Desa, menjelaskan, ketika jembatan putus,  warga Pedawa bersikap cepat bergotongroyong membuat jembatan darurat dari bambu.”Dalam empat jam sudah berhasil dibangun jembatan bambu,” ucapnya. Namun jembatan itu belum bisa dilalui mobil, hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor secara bergiliran. Padahal jembatan itu, adalah akses menuju ke sejumlah desa, bahkan ke Denpasar. Karenanya warga Pedawa berharap jembatan itu secepatnya mendapat penangannan dari Pemerintah.

Terkait ini,pada hari Senin,29/1, Wakil Bupati Buleleng, dr.Nyoman Sutjidra meninjau sejumlah kerusakan di beberapa desa di wilayah barat akibat bencana longsor dan banjir bandang.

Di Desa Pedawa, Wakil Bupati menyerahkan bantuan sembako dan peralatan dapur kepada 60 kk secara simbolis yang diterima warga Pedawa yang rumahnya tertimpa longsor. 

Wakil Bupati mengatakan kerusakan di beberapa lokasi di Buleleng akibat banjir bandang dan longsor   sedang didata. Selain itu sejak tiga hari lalu sampai saat ini, pihak BPBD, Dinas PU bersama TNI dan POLRI dan masyarakat  sedang bekerja keras membersihkan areal-areal yang masih ditutupi lumpur maupun material yang menutupi saluran air, sungai dan jembatan. Sementara itu, mengenai jembatan rusak di Pedawa, akan dilakukan penghitungan  oleh PU untuk secepatnya diperbaiki sesuai anggaran yang ada sehingga transportasi kembali lancar.

Ditemui disela-sela kesibukannya memimpin pembersihan badan sungai di Pemaron, yang dipenuhi rumpun-rumpun bambu maupun material berat, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Buleleng, Made Subur mengatakan, untuk membersihkan material lumpur maupun pohon – pohon besar, serta material lainnya yang mengakibatkan saluran air tersumbat, pihaknya mengerahkan 70 orang tenaga yang disebar di beberapa lokasi dengan menggunakan beberapa alat, antara lain senso dan pompa air. Selain itu, ketika bencana terjadi, ia juga mengerahkan anggotanya untuk membantu melakukan evakuasi.(st)


Share Post :