Tingkatkan Hasil Pertanian, Tukad Sumaga Siap Bentuk KIM

  • Admin Bulelengkab
  • 05 Maret 2018
  • Dibaca: 131 Pengunjung

Hasil pertanian di Kabupaten Buleleng  cukup melimpah. Salah satunya komoditas jagung, yang salah satu sentra produksinya berada di Desa Tukad Sumaga, Kecamatan Gerokgak.

Desa Tukad Sumaga, selain menghasilkan jagung, serta hasil pertanian lainnya, dikenal juga menghasilkan kerajinan anyaman bambu dan olahan gula merah khas Desa Tukad Sumaga. Sebagaimana diterangkan Perbekel Desa Tukad Sumaga I Made Gelgel. Mengenai jagung, jelasnya, para petani tidak menjualnya langsung ke pasar, melainkan memakai sistem “pajeg” atau dibeli sebelum panen oleh seorang pengepul.

Ditemui dilokasi pertanian jagung, salah satu “Pemajeg” Nengah Gejer (70 ) asal desa setempat ,yang saat itu sedang memanen jagung di lahan seluas 40 are. Ia mengaku bahwa jagung yang dipanen berjenis jagung tongkol 18, dengan harga jual jagung masih tergolong baik yaitu sekitar Rp. 3.500,- sampai dengan Rp. 4.000,- per kilogram dengan kondisi jagung sudah digiling. Jika masih dalam keadaan utuh, harganya per 200 buah sekitar Rp. 120.000,-. “Harga jagung masih bagus, saya memajeg sekitar 40 are dengan harga per 200 buah jagung Rp. 120.000 dan jika dalam kondisi sudah digiling, saya jual sekitar Rp. 3.500,- sampai Rp. 4.000,- per kilogramnya”, ujar Nengah Gejer. 

Meskipun Desa Tukad Sumaga menghasilkan produksi jagung yang melimpah namun belum dikenal secara luas. Diharapkan ke depannya, potensi pertanian jagung bisa dikembangkan , dan pemasarannya lebih luas. Terkait ini, perlu adanya pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat atau KIM, sehingga semua perkembangan pertanian dan perkembangan lainnya bisa dapat disebarkan dan dikomunikasikan, yang nantinya berdampak juga pada pengembangan hasil pertanian . Untuk itu, Perbekel Made Gelgel menyatakan akan membentuk KIM di desanya. Pengakuan ini disampaikan ketika Ketut Redika selaku Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik,  Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosandi) Kabupaten Buleleng melakukan anjangsana di kantornya, Senin,(5/3).

Sebelumnya, Redika memaparkan pembentukan KIM merupakan amanat Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 17 Tahun 2009 tentang Diseminasi Informasi Nasional oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Peraturan Menteri Komunikasi dan InformatikaRI No. 08/PER/M.Kominfo/6/2010 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial.

Dalam kesempatan itu ,Made Gelgel juga mengatakan akan mengerahkan kelompok masyarakatnya baik dari gabungan kelompok tani maupun kelompok wanita tani membentuk KIM untuk selanjutnya mengikuti pelatihan secara berkelanjutan di Dinas Kominfosandi Buleleng yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018. (Agst-st).


Share Post :