Perlu Ratusan Truk Pasir, Bisa Menghambat Pembangunan Kampus STAHN Mpu Kuturan

  • admin_bulelengkab
  • 20 Oktober 2017
  • Dibaca: 256 Pengunjung

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus STAHN Mpu Kuturan ,20/10. 

Untuk pembangunan kampus yang terletak di Banyuning Singaraja itu, Gubernur mengatakan setelah bediri kampus yang letaknya di Banyuning itu dharapkan dapat meningkatkan SDM di bidang agama Hindu sehingga ke depan bisa menghadapi tantangan SDM yang mumpuni di bidang agama Hindu baik secara lokal, nasional dan global. 

Diperkirakan, kampus itu sampai tuntas menghabiskan anggaran mencapai Rp.15 milyar. Masalahnya dalam kondisi awas Gunung Agung, akan menghambat pembangunan itu dikarenakan untuk merampungkannya membutuhkan pasir ratusan truk pasir, padahal saat ini adanya pelarangan pencarian pasir selama kondisi awas Gunung Agung. Hal ini akan menghambat lancarnya pembangunannnya.”Sekarang saja karena kondisi awas Gunung Agung banyak proyek di Bali kesulitan dapat pasir,” ujarnya.

Sementara itu Dirjen Bimas Hindu, Prof.Drs. I ketut Widnyana mengatakan pembangunan kampus akan dirampungkan tahun 2018, karena anggarannya baru cair tahun 2018, sekitar Rp.6,5 milyar. Mengenai program, diharapkan tidak hanya menghasilkan sarjana biasa, tapi sarjana suputra yang berkarakter. “ Kami ingin menghasilkan ilmuwan sekaligus agamawan, yang bsia menjadi agen perubahan di masyarakat,” ucapnya. (agst,st) 

 

Share Post :