Pemuteran Bay Festival Dibuka, Bali Masih Aman Dikunjungi

  • admin_bulelengkab
  • 14 Desember 2017
  • Dibaca: 182 Pengunjung

Berbagai atraksi kesenian berlangsung di Desa Pemuteran, dalam pembukaan Pemuteran Bay Festival,13/12, di Tanjung Budaya  Dalem Pemuteran.  Kesenian yang disaksikan ribuan warga dan wisatawan serta para undangan, berupa parade anak-anak yang mengenakan pakian adat nusantara, ogoh-ogoh burung  garuda, janger ibu-ibu PKK sampai tarian puncak “Dewa Ayu.” 

Festival yang dikaitkan dengan kegiatan pelestaraian terumbu karang, dimana rencananya akan dilakukan penurunan biorock berwujud  patung garuda yang melengkapi patung-patung sebelumnya. Festival yang berlangsung sampai tanggal 16 Desember, dibuka oleh Putu Ngurah Asisten Deputy Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata RI didampingi oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng Gde Supriatna, perwakilan Gubernur Bali. Dan yang istimewa, musisi nasional Kaka Slank ikut didaulat  naik panggung, dimana pembukaannya ditandai dengan meniup suling bambu tradisional.

Sebelumnya, Wakil bupati disela membacakan sambutan Bupati, mendaulat Kaka Slank  naik panggung untuk  memberikan komentarnya tentang Desa Pemuteran. Kaka Slank mengatakan desa Pemuteran sangat indah, aneka budayanya sangat emnarik, dan berjanji akan kembali ke Pemuteran berlibur bersama-anak-anaknya. “ Saya super bangga bisa berada di Desa Pemteran karena super indah,” tegasnya.

Kaka Slank pagi harinya ikut terlibat menyelam menurunkan biorock ke dalam pantai desa Pemuteran.

Dalam sambutan Bupati terungkap, lestarinya terumbu karang di Pemuteran  yang sudah mendapat penghargaan internasional karena semua masyarakat ikut berperan, dimana perintisnya adalah Anak Agung Prana. Diharapkan, pelestarian terumbu karang terus  dilakukan sehingga Desa Pemuteran  semakin lestari dan makin dikenal dikancah nasional dan internasional.

Putu Ngurah mengatakan  majunya pariwisata bisa diwujudkan dengan kerjasama sejumlah pihak, dari pelaku pariwisata, pebisnis, pemerintah, akademisi, dan jurnalis. Terkait dengan kondisi erupsi gunung Agung, diminta agar wartawan tidak membesar-besarkan karena akan berdampak pada kondisi pariwisata di Bali. Sebab kenyataannya, dampak  erupisi gunung Agung tidak membahayakan bali secara keseluruhan, hanya 10 Km dari gunung Agung. “Bali masih aman untuk dikunjungi,”ucapnya.(st)


Share Post :