Lomba Dayung Pedau dan Memasak Lawar Kuwir Sukses Sedot Ratusan Pengunjung

  • Admin Bulelengkab
  • 11 Juli 2017
  • Dibaca: 282 Pengunjung

Lomba Dayung Pedau Singa Ambara Raja dan lomba Memasak Lawar Kuwir sukses sedot ratusan pengunjung dalam gelaran Twin Lake Festival hari kedua pada hari Jumat,(7/7).

Dalam kesempatan itu, Kadis Perikanan Buleleng Ir. Made Arnika selaku panitia lomba dayung pedau singa menjelaskan bahwa pada perlombaan kali ini diperketat terkait persyaratan untuk mengikuti lomba yaitu harus memperoleh surat keterangan kesehatan dan dibatasi umur peserta yang boleh ikut dibawah 50 tahun. Hal ini dilakukan, mengingat kejadian tahun lalu yang mengakibatkan adanya korban jiwa. Selain itu, Made Arnika juga menerangkan jumlah peserta lomba dayung pedau tahun ini mengalami peningkatan yang rencananya ditargetkan maksimal 21 tim, namun tim yang mendaftar sangat antusias hingga mencapai 27 tim yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kab. Buleleng, Kelompok Nelayan dan Organisasi Pemuda.  

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG dalam arahannya meminta kepada seluruh tim lomba pedau untuk benar-benar memperhatikan kesiapan dan kondisi fisiknya dengan sarapan terlebih dahulu. Kepada panitia lomba juga diminta untuk memperiksa kembali kondisi kesehatan setiap anggota dalam tim pedau, hal ini guna mencegah hal-hal yang tidak diingkan terjadi pada saat perlombaan berlangsung. Selanjutnya, Wabup Sutjidra didampingi oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Buleleng Ny. Wardhani Sutjidra berserta Kepala OPD terkait membuka dan melepas secara resmi lomba Dayung Pedau Singa.

Sementara itu, dilokasi bersebelahan yakni di Wantilan Danau Buyan juga berlangsung perlombaan yang tidak kalah menarik banyak pengunjung yaitu Lomba Memasak Lawar Kuwir. Seluruh peserta berasal dari Desa Pakraman yang sebelumnya juga mengikuti perlombaan Desa Pakraman Tingkat Kabupaten Buleleng di 9 Kecamatan yang ada. Seluruh peserta dengan penuh semangat bekerjasama mulai dari mempersiapkan peralatan dan bahan olahan masakan hingga mengolah Kuwir menjadi masakan lawar merah dan lawar putih dan berbagai olahan kuwir lainnya. Panitia lomba dari unsur Dinas Kebudayaan menerangkan bahwa lomba lawar kuwir kali ini yang dinilai secara wajib adalah olahan lawar kuwir merah dan putih, tetapi jika para peserta mampu berinovasi memanfaatkan bagian dari kuwir yang tidak digunakan dalam pembuatan lawar menjadi olahan makanan, maka itu merupakan nilai lebih dalam penilaian nanti. Dijelaskan juga, pada setiap kelompok peserta terdiri dari 5 orang chef dan 2 orang pembantu menyajikan hasil olahan masakan. Nantinya setiap kelompok wajib menyajikan hasil olahan sebanyak 50 porsi untuk umum (gratis), 5 porsi untuk undangan dan 1 porsi kepada juri untuk dinilai. Jurinya sendiri merupakan chef yang sudah teruji kualitasnya dan mendapatkan sertifikat chef. (Agst)

Share Post :