Forum Perempuan Lintas Agama Ajak Bangun Buleleng Berkemajuan

  • Admin Bulelengkab
  • 09 Maret 2018
  • Dibaca: 225 Pengunjung

Ajakan membangun Buleleng yang semakin berkemajuan dikumandangkan oleh Forum Perempuan Lintas Agama(FPLA). Hal ini  disampaikan Nyonya dr.IA Sutjidra,M.Pro, selaku ketua Forum dalam acara peringatan bersama hari raya Imlek dan menyambut hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940, di Taman Kota, 09/03, yang dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, pimpinan SKPD Buleleng dan undangan penting lainnya.

Lebih jauh Ida Ayu Sutjidra mengatakan kegiatan itu adalah kegiatan pertama sejak forum yang dipimpinnya diresmikan tanggal 27 Desember 2017 lalu. Ada pun tema yang diusung adalah “Bersama Forum Perempuan  Lintas Agama  Kita Bisa Membangun Buleleng Berkemajuan”. Maksud dari tema itu perempuan adalah pribadi yang tangguh dalam membangun peradaban suatu bangsa yang pada akhirnya menjadikan insan-insan berkemajuan.

Dijelaskan FPLA adalah organisasi yang berasal dari kaum perempuan dari berbagai agama, yang bertujuan menciptakan suasana keagamaan yang kondusif,membangun harmonis sosial, dan persatuan dan kebersamaan dalam sikap toleransi. Tujuan lainnya, adalah menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan adalah realita yang dapat memperindah fenomena beragama.

Sementara itu, Dr.Luh Putu Sendratari pemerhati perempuan dari Undiksha mengatakan hari raya Nyepi yang jatuh bersamaan dengan hari raya Saraswathi menafsirkan bahwa ini adalah moment kaum perempuan melakukan gerakan moral dikarenakan makna feminism dau hari raya itu. Diharpkan moment ini dipakai kepeloporan oleh kaum perempuan melakukan gerakan. Diminta saat Nyepi, ibu-ibu mengawasi anak-anaknya agar merayakan Nyepi sesuai maknanya.”Jangan sampai justru perempuanlah yang menciderai perayaan Nyepi dengan asta bratanya,” ucapnya.

Kegiatan yang dibuka Bupati Buleleng diwakili Assisten III,Asta Semadi mengajak FPLA memberikan sumbangan dan partisipasi untuk semakin emmajukan pembangunan di Buleleng.

Memeriahkan acara ini, disajikan genjek dari WHDI, Barongsai, dan lagu kerokhanian dari remaja muslim dan folksong dari Ibu-ibu persatuan gereja Buleleng. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan PD Pasar dan ibu-ibu KWT se Buleleng mengeglar pasar murah.(st)


Share Post :