Diharapkan Kunjungan Wisatawan ke Buleleng Meningkat, Twin Lake Festival Dibuka

  • admin_bulelengkab
  • 07 Juli 2017
  • Dibaca: 284 Pengunjung

Upaya mempromosikan potensi pariwisata di Buleleng dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui gelaran  Twin Lake Festival IV. Festival yang digagas Bupati Buleleng Putu Agus Suradanyana dan Wakil Bupati dr.Nyoman Sutjidra berlangsung di dua danau milik Kabupaten Buleleng yaitu Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Dua danau ini selain sebagai sumber air juga dikitari hutan yang masi asri, dan juga menjadi pusat pertanian hortikultura utamanya di Danau Buyan.

Pembukaan festival,6/7, ditandai dengan pelepasan puluhan burung untuk kembali ke habitatnya di hutan. Pelepasan burung dilakukan di pelataran Danau Buyan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, Prof.Dr. I Gede Pitana, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati dr.Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Sekda Dewa Ketut Puspaka, Ketua TP.PKK Ny.Aries Suradnyana dan Wakil Ketua Tp.PKK Nyonya Wardhani Sutjidra beserta undangan penting lainnya.

Gede Pitana dalam sambutannya mengatakan festival tesrebut sangat besar manfaatnya bagi pengembangan pariwisata yang juga memberikan kesadaran bagi masyarakat sekitar untuk melestraikan potensi kebudayaan danlingkungannya, serta meningkatkan semangat masyarakat untuk mengembangkan perekonomian lokal. 

Diungkapkan kunjungan wisatawan ke Bali cenderung meningkat. Tahun 2016 kunjungan wisatawan mencapai 4,8 juta wisman yang datang secara langsung, lalu 5 juta wisatawan yang datang secara tdak langsung atau didirect dari daerah lain, dan ditambah wistawan nusantara sebanyak 6 juta yang datang dari berbagai daerah. “ Kalau dijumlahkan, wistawan yang datang ke Bali lebih dari 15 juta setiap tahun,” jelas Pitana. Namun demikian Pitana menyayangkan wistawan yang datang ke Buleleng masih sangat kecil padahal potensinya sangat luar biasa. Karenanya diharapkan festival ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Buleleng.

Pitana juga mengingtkan festival tidak yang diadakan setahun sekali tidak akan ada artinya jika aktifitas sekitar tidak terus digerakan untuk menghidupkan danau Buyan dan Tamblingan. Diharapkan, festival yang berlangsung sampai tanggal 9 Juli juga dapat mengangkat nilai lokal terkait danau yang suci yang patut dipelihara kelestariannya.(agst-st)


Share Post :