Bersama Minum Loloh

  • Admin Bulelengkab
  • 18 Oktober 2012
  • Dibaca: 819 Pengunjung

Tindakan merakyat Bupati Putu Agus Suradnyana ST. membuat segar acara Pencanangan Pelayanan Posyandu dan Lansia Paripurna pada hari Rabu (17/10) di kantor Desa Selat Kecamatan Sukasada.

 Sebelum mengikuti seremoni, Bupati nyamperi pajangan pameran, dimana terpajang  hasil industri pengerajin Buleleng  berupa alat-alat rumahtangga dari perak, anyaman bambu hingga minuman tradisional loloh kencur. Ketika melihat loloh kencur, orang nomor satu Buleleng mengambil dan melemparkan joke-joke segar yang membuat suasana gembira, dan selanjutnya mengajak pejabat-pejabat yang mendampinginya mencoba hasil industri rumahan itu. Mereka pun minum loloh bersama Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati juga memuji hasil peralatan rumahtangga dari perak yang dibuat pengerajin dari Desa Sari Mekar. Bupati menyayangkan produk kerajinan yang bermutu tinggi itu tidak dikenal luas dan pemasarannya terhambat. Terkait itu Bupati meminta dicarikan jalan keluarnya.  Nanti saya ingin beberapa produk kerajinan Buleleng dipajang di rumah jabatan sehingga tamu-tamu yang datang mengetahui, ujarnya.

Ketika menyambangi para petugas medis yang melayani kesehatan lansia, Bupati tak canggung-canggung meminta mereka menyampaikan hambatan dalam memberikan pelayanan di Puskesmas dimana mereka bekerja. Mula-mula ketiga perawat yang dimintai memberi masukan itu malu-malu, namun karena didesak, akhirnya mereka mau menyampaikan permasalahannya. Hambatan disebabkan jumlah peralatan kurang. Dari masukan dan bincang-bincang singkat itu, Bupati kemudian meminta Kadis Kesehatan Buleleng agar membuat RKA yang merencanakan peralatan kesehatan yang dibutuhkan di masing-masing Puskesmas. Selian itu, pelayanan mobil ke masyarakat agar ditingkatkan vilumenya, minimal seminggu sekali sehingga masyarakat di lokasi-lokasi terpencil lebih sering mendapat pelayanan kesehatan.

Terkait kasus gizi buruk balita, Bupati dalam sambutannya berpendapat, gizi buruk juga disebabkan oleh kurang pahamnya masyarakat terhadap makanan bergizi. Untuk itu diminta peran PKK agar lebih inovatif memberikan pemahaman ke masyarakat. Salah satunya adalah memanfaatkan asupan dari beras merah.

Dalam acara itu, ditampilkan juga senam lansia, dan penyerahan bantuan kursi roda serta  ratusan paket sembako. Dari hasil pelayanan posyandu yang digelar hari itu tercatat 65 balita yang mengikuti Posyandu dan 68 lansia mendapatkan pelayanan kasehatan.(st)

Share Post :