Bawah Laut Pemuteran Bagai Museum Seni

  • admin_bulelengkab
  • 18 Desember 2017
  • Dibaca: 206 Pengunjung

Keindahan bawah laut pantai Desa Pemuteran tidak hanya menyimpan cerita lestarinya terumbu karang, juga menyimpan panorama bak museum. Hal ini dikarenakan, terumbu karang yang tumbuh disana berada di struktur patung- patung indah yang memiliki nilai sakral bagi umat Hindu. Adanya struktur aneka patung, bagi tumbuhnya terumbu karang, yang menggunakan teknologi biorock, tak lepas dari upaya pecinta lingkungan dan pariwisata setempat untuk membuat pemandangan bawah laut semakin indah dan menarik. Penempaan strutur bagi tumbuhnya terumbu  karang, dilakukan beberapa kali. Pada dua tahun lalu, struktur patung yang di tempatkan berupa empat buah patung Gajah Mina, yang mengitari patung Dewa Baruna sebagai penguasa laut. Selanjutnya tahun ini, dalam event Pemuteran Bay Festival di Kecamatan Gerokgak,14/12, dibenamkan kembali struktur patung burung Garuda. Makna dari patung itu adalah, penjaga kebhinekaaan Indonesia.

Artis Kaka Slank yang hadir dengan suka rela mengikuti festival, dan ikut terlibat dalam proses penengglaman patung-patung dalam acara Pemuteran Bay Festival, mengaku terkejut karena melihat begitu indah pemandangan bawah laut Pemuteran, bagai museum seni bawah laut, ucapnya sebgaiaman diungkapkan oleh Agung Bagus Mantra, Ketua Kanitya Pemuteran Bay Festival.

Selain di pantai Pemuteran, struktur untuk tumbuhnya terumbu karang juga dibenamka di Desa Bondalam Kecamatan Tejakula, pada hari yang sama. Bentuk struktur adalah Boma. Menurut Kadis Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna, rencananya struktur patung Boma akan ditempat dibawah laut Bondalam pada bulan Oktober lalu, dalam event Buleleng Bali Dive Festifal(BBDF) 2017, namun karena adanya status awas Gunung Agung, event itu ditunda.(st)


Share Post :