SEKILAS HORTIKULTURA DI KABUPATEN BULELENG

  • Admin Bulelengkab
  • 24 Januari 2014
  • Dibaca: 3268 Pengunjung

Hortikultura yang salah satu definisinya adalah budidaya tanaman kebun mempunyai ruang lingkup tanaman buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman sayuran. Dengan topografi yang nyegara gunung serta luas wilayah hampir seperempat luas wilayah pulau Bali, Kabupaten Buleleng memiliki potensi Hortikultura yang cukup besar dan luas. Banyak jenis tanaman hortikultura tumbuh serta berproduksi baik di Kabupaten Buleleng, sedangkan di kabupaten lain tidak ada dan walaupun ada tidak dapat tumbuh dan berproduksi dengan optimal

Di era tahun delapan puluhan Kabupaten Buleleng pernah mendapat pencitraan baik bahkan sampai keluar pulau Bali melalui produk hortikultura ini, diantaranya Jeruk Keprok Tejakula, Anggur Hitam Buleleng. Ada beberapa  tanaman hortikultura di Buleleng yang telah direlis oleh Mentri Pertanian pada eranya yakni Wani Ngumpen, Durian Bestala, Jeruk Keprok Tejakula sebagai buah unggul, serta keunggulan mangga harumanis klon 143 yang ada di Desa Depeha.

Secara geografis tanaman hortikultura di Buleleng terbagi ke dalam 3 zoneyakni zone atas yang terdiri dari tanaman sayuran dataran tinggi, strawbery serta beberapa jenis tanaman hias, zone tengah terdiri atas tanaman buah seperti wani, durian, manggis, jeruk, pisang, ceroring, sedangkan untuk zone bawah terdiri dari tanaman sayuran dataran rendah, seperti cabe, sayur hijau, kacang panjang, terong dll, tanaman buah-buahan seperti mangga, jeruk, anggur, pisang serta beberapa jenis tanaman hias untuk dataran rendah.

Apabila kita cermati Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Buleleng periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 untuk beberapa tolak ukur keberhasilan pembangunan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Buleleng bisa ditunjang dari sektor pertanian salah satunya Bidang Hortikultura. Pembangunan Bidang Hortikultura hendaknya mengacu pada konsep pertanian berkelanjutan yang dilandasi dengan pola pertanian ramah lingkungan. Dengan pola pertanian ramah lingkungan akan berdampak pada tingkat kesehatan petani karna akan mengurangi pemakaian unsur kimia buatan pada kegiatan usaha pertaniannya, dampak lain secara ekonomi produk yang dihasilkan dengan input kecil sehingga daya saing produk bisa lebih kompetitif, serta produk hortikultura kita aman dikonsumsi bagi konsumen penikmatnya. 

Dengan adanya regulasi yang melindungi keberadaan produk lokal oleh Pemerintah Provinsi Bali tentunya akan membuka pangsa pasar yang lebih luas bagi produk hortikultura di Kabupaten Buleleng, dengan mengharuskan kalangan hotel dan restauran serta swalayan menyerap 70 % produk lokal.

Dengan demikian konsep pembangunan pertanian khususnya hortikultura dapat terwujud serta sesuai dengan konsep mikro, makro ekonomi yang ingin dibangun mewujudkan pembangunan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng (Tim Kominfo / Putu Oka Sastra, SP,MM)

Share Post :