Pemkab Buleleng Cek Lokasi Transmigrasi di Desa Kajuei, Kalimantan Tengah

  • Admin Bulelengkab
  • 08 Oktober 2013
  • Dibaca: 4400 Pengunjung

Transmigrasi merupakan salah satu program unggulan Pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten di seluruh Indonesia, karena sampai saat ini program Transmigrasi itu diterima baik oleh kalangan masyarakat, terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di daerah, disamping  untuk pemerataan jumlah penduduk.
Terkait dengan program tersebut Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di bawah Pimpinan Dwi Priyantini SE,kini terus mengembangkan Program Transmigrasi untuk menanggulangi pengangguran serta kemiskinan yang ada di Kabupaten Buleleng.  Tahun 2013 pihaknya akan memberangkatkan calon transmigran asal Buleleng sebanyak 15 kepala keluarga ke Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah.
Sementara hari ini Senin, 30 September 2013 Rombongan Pemerintah Kabupaten Buleleng dipimpin Asisten I Ida Bagus Surya Manuaba,SH didampingi Kadis Nakertrans Dwi Priyantini,SE,  Kadis Hutbun Ir Ketut Nerdha, Kabag Tapem Wayan Duala.S Sos, Kabag Umum Wayan Witana dan Staf Dinas Kominfo Buleleng, mengadakan cek lokasi dalam rangka penempatan calon transmigran Buleleng Tahun 2013 di Desa Kajuei, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah.
Rombongan Pemkab Buleleng tiba di Ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah Senin Pukul 13.00 WIB,  langsung menuju Pemprov Kalteng diterima langsung  Kepala Dinas Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, Drs Hardy Rampai, M.Si.
Dalam kesempatan  tersebut Drs Hardy Rampai, M.Si menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sangat welcome terhadap warga transmigran asal Bali pada umumnya dan Buleleng  khususnya, ini terbukti sejak  Pelita Pertama Pemerintah RI membuka program Transmigrasi sampai sekarang khusus Wilayah Kalimantan tengah itu telah banyak memberikan dampak  positif  dalam rangka peningkatan perkembangan pembangunan di daerahnya dan  peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya, di samping itu juga sangat berdampak dalam pengembangan wilayah, seperti yang dulunya hanya sebagai desa, dengan adanya para transmigrasi masuk kewilayah Kalimantan Tengah, desa tersebut sekarang telah banyak berubah menjadi ibu kota Kecamatan bahkan ada yang menjadi ibu kota Kabupaten. Disamping itu, dampak adanya transmigrasi  sangat merangsang penduduk asli untuk bekerja lebih giat dan  dapat menjadi panutan/tauladan bagi penduduk asli untuk beraktifitas dalam rangka peningkatan kesejahteraan sekaligus memerangi kemiskinan.
Lebih Jauh Hardy Rampai banyak memaparkan Kebijakan Gubernur Kalimantan Tengah tentang Pelaksanaan Moratorium khusus bidang transmigrasi guna peningkatan kualitas penyelenggaraan program Transmigrasi  di wilayah Kalimantan Tengah yang dikaitkan dengan UU Nomor 29 tahun 2009 tentang Ketransmigrasian pasal 25 ayat I bahwa penyiapan pemukiman transmigrasi di arahkan bagi terwujudnya pemukiman transmigrasi yang layak huni, layak usaha, layak berkembang, dan diarahkan untuk mencapai kesejahteraan, kemandirian, integrasi dengan penduduk sekitar serta kelestarian fungsi lingkungan secara berkelanjutan.
Namun kenyataannya harus diakui bahwa beberapa diantaranya juga ada yang belum berkembang bahkan mengalami kegagalan, bahkan ada kategori masuk sebagai desa tertinggal sehingga tidak sejalan dengan UU.No.29 tahun 2009, yang pada akhirnya menjadi beban Pemerintah Daerah. Berbagai permasalahan sering muncul seperti masalah kepemilikan tanah di lahan transmigrasi dengan warga setempat dan adanya kecemburuan sosial bagi penduduk asli sekitarnya. “Untuk hal tersebut tahun 2014 pemerintah Provinsi Kalteng mengeluarkan kebijakan moratorium program Transmigrasi selama 1 tahun dan di tahun 2015 akan kembali dibuka”, ungkap Kadis Transmigrasi Kalteng Hardy Rampai.
Sampai saat ini (2013) penempatan transmigrasi di wilayah Kalteng telah mencapai 395.000 Jiwa (103.000 KK) termasuk para transmigran dari  Kab. Buleleng. Para transmigran itu tersebar di 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalteng. Sedangkan fasilitas yang di sediakan Pemerintah Prov. Kalteng  berupa rumah layak huni, lahan, sekolah, sarana kesehatan, bahkan tempat ibadah pun juga disiapkannya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kepada Pemerintah Provinsi  dan Pemerintah Kabupaten di Bali dalam mengirim warga transmigrasinya agar lebih selektif lagi baik dari segi kualitas dan kuantitasnya sehingga para transmigran yang dikirim dengan cepat bisa berinteraksi, berkoordinasi, sinkronisasi maupun keharmonisasian berbaur dengan masyarakat asli di daerah transmigrasi. Begitu juga dengan aparat pemerintah kedua belah pihak baik pengirim maupun penerima dijalin koordinasi dan komunikasi dengan baik, sehingga tidak terjadi permasalahan yang tidak diinginkan.

Selasa 1/10 Rombongan Pemkab Buleleng menuju Ibu kota Kabupaten Gunung Mas,  rombongan  di bawah Koordinator Asisten I IB. Surya Manuaba di sambut baik oleh Kadis Nakertrans setempat Bapak Drs. Edwin Yustian M.Si bersama para staf di ruang kerjanya. Dalam kesempatan tersebut, Edwin menjelaskan “Penempatan para transmigran Bali ditempatkan di Satuan Pemukiman (SP) I yaitu di daerah Kembang Juto, sampai saat ini sudah mulai berkembang malah lebih maju daripada penduduk aslinya, dan sudah banyak yang berhasil”. Ke depan pihaknya akan mengusahakan berdirinya sebuah koperasi di daerah pemukiman trans, sehingga hasil panen para petani trans cukup dijual kepada koperasi. Dijelaskan bahwa dengan kedatangan warga transmigran dari Bali diharapkan dapat menjadi contoh (panutan) bagi transmigran yang berasal dari luar Bali. Sampai tahun 2013 ini, transmigran asal Buleleng sudah berjumlah 35 KK. Sarana dan hak yang didapatkan oleh para transmigran selama setahun berupa rumah, tanah untuk usaha seluas 2 hektar, beras sebanyak 30 kg, sarden (ikan asin), sarana Sekolah Dasar, sarana kesehatan, tempat ibadah yang masih dalam tahap usulan untuk dibangun di tahun 2014, dan tanah untuk kuburan. Di samping itu, hubungan kerjasama dengan warga lokal dengan warga trans sampai saat ini kelihatan sangat akur dan belum pernah pernah terjadi masalah. Ini semua berkat kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan Ka UPT setempat, juga dengan Para Penyuluh Lapangan yang setiap bulan selalu melakukan penyuluhan kepada warga transmigran demi masa depan mereka. Pihak Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap agar pemerintah Provinsi Bali terus mengirim para transmigrannya ke daerah mereka, setidaknya 25 KK pertahun. Selanjutnya, Rombongan melanjutkan perjalanannya untuk langsung melihat kondisi lahan yang akan menjadi tempat pemukiman para transmigrasi asal Buleleng, ternyata lokasinya sangat bagus dan menjanjikan masa depan para transmigran kita.
Demikian Laporan Berita Hasil Cek Lokasi lahan Transmigrasi di Desa Kajuei,Kecamatan Rungan Kab.Gunung Mas Provinsi Kalteng(Mar**)        

Share Post :