Memedi Puncak Hiburan Festival Lovina

  • Admin Bulelengkab
  • 15 Januari 2013
  • Dibaca: 2554 Pengunjung

Dua penari berkostum daun pisang kering itu terhuyung-huyung kesurupan Sang Hyang Memedi. Lalu secara tiba-tiba mereka menyeruduk timbunan api kulit kelapa. Ratusan  penonton yang mengurungnya pun terpekik. Tarian ini adalah tarian sakral dari Desa Tukad Mungga yang menjadi atraksi hubiran penutup Festival Lovina 2012 pada hari Senin malam (22/10). Kegiatan ini ditutup oleh Bupati yang diwakili oleh Sekda Buleleng Ir.Dewa Ketut Puspaka MP.

Bupati dalam sambutan yang dibacakan Sekda Buleleng menyatakan terimakasih kepada PHRI Buleleng dan masyarakat karena perhelatan pariwisata selama tiga hari itu berlangsung sukses. Meskipun event telah usai, diharapkan semua pihak tetap berkarya sehingga event Festival Lovina tahun depan dapat menampilkan festival yang gaungnya lebih besar.

Sementara itu Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengaku Festival Lovina mendapat respon yang baik dari wisatawan. Hal ini dibuktikan pada waktu atraksi Sapi Gerumbungan yang berlangsung hari Minggu (21/10) di Kaliasem, banyak wisatawan menyatakan kesukaannnya, terlebih atraksi itu memberi kesempatan turis-turis menjadi joki sapi gerumbungan.

Atraksi tak kalah menarik ditunjukan oleh Komunitas Rare Kual yang menyuguhkan aneka tari yang diiringi music kolaborasi tradisi gamelan dan gitar listrik. Tarian yang bertemakan lestarikan lingkungan itu dibalut dengan seni bondres sehingga membuat hiburan semakin menarik dan segar.

Ratusan wisatawan yang menikmati penutupan festival Lovina malam itu benar-benar terpuaskan dan tak henti-hentinya mengabadikan atraksi gratis di pinggir pantai Bina Ria Lovina itu. (st)

Share Post :