Mangga Depeha Komoditas Unggulan Asli Buleleng

  • Admin Bulelengkab
  • 18 November 2013
  • Dibaca: 2679 Pengunjung

Dengan luas wilayah 1.365,88 km2 atau 24,25% dari luas Provinsi Bali serta topografi wilayahnya yang nyegara gunung, Kabupaten Buleleng memiliki potensi pertanian yang luas, diantaranya potensi holtikultura yang salah satunya buah mangga arum manis di Desa Depeha yang biasa dikenal masyarakat dengan sebutan Mangga Depeha. Mangga ini ditanam oleh petani di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan. Sampai saat ini mangga depeha sudah merambah ke berbagai pasar, tidak hanya pasar tradisional, akan tetapi sudah masuk ke pasar modern, seperti super market, bahkan ke berbagai hotel yang ada di Bali. Ini artinya Mangga Depeha memiliki potensi yang cukup besar sebagai komoditas unggulan Kabupaten Buleleng.

Mangga Depeha termasuk jenis Mangga Arum Manis Klon 143 yang oleh karena spesifik wilayah sehingga memiliki banyak keunggulan. Dari segi rasa, Mangga Depeha yang bentuknya bulat lonjong ini memiliki rasa yang manis, daging buahnya yang tebal dan lembut, sehingga siapapun yang menyantapnya akan ingin terus menikmatinya lagi. Bila diraba dengan tangan, kulit dari Mangga Depeha lebih halus dibandingkan mangga sejenis di tempat lain. Selain rasa manis, daging buah yang tebal dan lembut, keunggulan lainnya yang tidak kalah dari mangga lainnya, Mangga Depeha memiliki kadar air yang relative sedikit, hal ini berpengaruh pada daya simpan yang lebih lama dibandingkan dengan mangga arum manis lainnya. 

Melihat potensi Mangga Depeha, Pemerintah Kabupten Buleleng melalui Dinas Pertanian dan Peternakan mencari terobosan baru untuk dapat meningkatkan produksi Mangga Depeha. Di tahun 2013 ini , sejak bulan Februari seluas 1 hektar lahan mangga dibantu dengan proyek demplot (demonstrasi plot), berupa pemupukan menggunakan pupuk organik dengan dosis 50 kg per pohon untuk tanaman umur 10 tahun, pupuk NPK Phonska 2 kg per pohon, serta pemangkasan cabang yang tidak produktif. Proyek demplot ini diharapkan berhasil dan dapat meningkatkan hasil produksi Mangga Depeha hingga 50%. Setiap pohonnya bisa berbuah 40-50 kg bahkan bisa mencapai 55-60 kg. 

Sementara itu, salah satu petani mangga depeha dan juga sebagai ketua kelompok tani,Nyoman Winaka mengaku bangga sebagai petani mangga depeha, karena mangga ini tidak hanya dikonsumsi di Buleleng saja, tetapi sudah dikenal dan dikonsumsi sampai keluar kabupaten, bahkan permintaan konsumen akan mangga ini sangat bagus. “Banyak yang sudah memesan, bahkan sudah sampai ke super market juga membeli mangga depeha” Ujar Winaka. Pria dengan penampilan sederhana ini juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap keberadaan mangga depeha, sehingga petani mangga di Desa Depeha akan lebih sejahtera dengan hasil yang didapat dari berkebun mangga. (tim/her)

Share Post :