Ir.I.B.Ketut Swarjana: Pengelolaan Sampah Berwawasan Lingkungan

  • Admin Bulelengkab
  • 02 September 2013
  • Dibaca: 3063 Pengunjung

Lingkungan yang bersih adalah idaman setiap orang, juga sebagai cermin masyarakat yang peduli akan kesehatan. Hal ini menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, sebagai aspek penunjang kesehatan bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan. Berbicara tentang kebersihan lingkungan, tidak akan bisa terlepas dari permasalahan sampah. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (UU RI No. 18 tahun 2008). Jenis sampah bisa sampah organik maupun non organik.  Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah dapat mengakibatkan  terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan yang merugikan, dapat mencemari lingkungan, baik terhadap tanah, air dan udara yang berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu diperlukan upaya dan komitmen yang serius dalam penanganannya, terutama dalam hal mengubah prilaku masyarakat kita dalam mengelola sampah sehingga nantinya berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kesehatan masyarakat itu sendiri.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Buleleng sebagai instansi yang membidangi masalah kebersihan khususnya di Kabupaten Buleleng,  telah menyusun dan melaksanakan berbagai program unggulan untuk menangani masalah kebersihan utamanya masalah sampah. Seperti dijelaskan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Ir. Ida Bagus Ketut Swarjana, saat ditemui di ruang kerjanya (29/8/13) oleh Tim Kominfo,  volume sampah yang dihasilkan di Kabupaten Buleleng, baik sampah organik maupun sampah non organik adalah 1988 m3/per hari. Melihat kondisi sampah yang volumenya demikian besar, diperlukan upaya dan strategi dalam pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. 

Adapun program unggulan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Buleleng terkait dengan upaya penanganan masalah sampah, antara lain:

1.TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) 

Tempat pengolahan sampah terpadu adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah (UU No. 18 Tahun 2008). Menurut Swarjana, diperlukan pengelolaan sampah sedekat mungkin dengan sumbernya, maka dibangun TPST. Dengan TPST masyarakat dapat mengelola sampahnya secara swadaya dan swakelola tidak lagi ketergantungan dengan pemerintah. Dalam pembangunan TPST, pemerintah hanya memberikan sarana fasilitas dan penunjangnya dalam bentuk bangunan, system pengayaknya serta kendaraan roda tiga sebagai alat angkut sampah, sedangkan masyarakat yang menyediakan lahannya. Diharapkan dengan TPST ini, akan memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta dapat menciptakan usaha bersama pengelolaan sampah, sehingga dapat menjadi pendapatan untuk kas warga dan lapangan pekerjaan bagi warga miskin atau pengangguran. Untuk di Kabupaten Buleleng, sampai saat ini sudah dibangun 9 TPST tersebar di 9 kecamatan, diantaranya Tejakula, Kubutambahan, Tajun, Selat, Tukad Mungga, Banyupoh, Busungbiu dan Petemon. Tahun 2013 akan dibangun 10 TPST lagi dan sasaran kedepannya seluruh desa di Kabupaten Buleleng memiliki TPST.

2.Aksi Bersama Pemungutan Sampah Plastik    

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup adalah faktor pembuangan sampah plastik secara sembarangan. Limbah plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit untuk ditangani apabila tidak ada kesadaran dari kita semua akan bahaya yang bisa ditimbulkan oleh limbah plastik ini. Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah plastik  benar-benar terurai. Program Aksi Bersama Pemungutan Sampah Plastik adalah salah satu upaya DKP Buleleng menanggulangi masalah sampah plastik ini. Dasar pelaksanaannya adalah Perbup No. 5 Tahun 2013 tentang Gerakan Kebersihan dan Penghijauan Kabupaten Buleleng. Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini diantaranya: 1). pengurangan sampah plastik melalui kerjasama dengan supermarket, toko dan pedagang; 2). gerakan pemungutan sampah plastik secara berkesinambungan pada tempat-tempat umum di kecamatan se kabupaten Buleleng.  Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan minggu kedua di semua kecamatan; 3)Menyediakan sarana pengumpulan sampah plastik di tempat umum dan menjadikan bank sampah sebagai penerima/penyalur sampah plastik untuk selanjutnya diproses sebagai bahan baku industri (daur ulang); dan 4). pemungutan/ pengumpulan sampah plastic melibatkan instansi pemerintah, BUMN/BUMD, TNI/Polri, Sekolah, LSM, PKK, Kelompok masyarakat dan Media Massa.

Langkah lain yang dilakukan Pemkab Buleleng dalam menanggulangi sampah adalah membentuk pasukan Quick Respon (pasukan reaksi cepat) yang siap bertugas setiap saat dalam situasi darurat sekalipun. Tidak kalah pentingnya Pemkab Buleleng melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan telah memberikan edukasi dini kepada generasi muda tentang bahaya dan cara mengolah sampah sehingga diharapkan mereka tahu dan sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta peduli akan sampah di sekitarnya.

Permasalahan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, masyarakat, swasta dan pemangku kepentingan lainnya harus bahu-membahu menangani masalah sampah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih. Karena pada hakekatnya kebersihan adalah upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (tim/her)

 

 

Referensi

1.Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah

2.Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2013 tentang Gerakan Kebersihan dan Penghijauan Kabupaten Buleleng

3.Wawancara dengan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Buleleng, Ir. Ida Bagus Ketut Swarjana oleh Tim Kominfo, (29/8/13)

Share Post :