Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil : Pelayanan Prima di Kantor dan di Desa

  • Admin Bulelengkab
  • 07 Oktober 2013
  • Dibaca: 2596 Pengunjung

Tugas terpenting dari setiap instansi pemerintah adalah memberikan pelayanan. Begitu pula di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai salah satu unit kerja Pemerintah Kabupaten Buleleng yang tugas, pokok dan fungsinya adalah melaksanakan kewenangan Otonomi Daerah dibidang penyelenggaraan administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil.

Sebagai bentuk optimalisasi pelayanan, Disdukcapil Kabupaten Buleleng mampu memangkas waktu penyelesaian pembuatan akte dari yang semula, sesuai Standar Operational Procedure (SOP), 14 (empat belas) hari kerja menjadi 7 (tujuh) hari, bahkan kini bisa diselesaikan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sepanjang kelengkapan pembuatan akte telah terpenuhi. Maksimalisasi kinerja dan efisiensi dana seperti memprioritaskan pembelian sarana komputer, printer dan formulir akte dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Berikan pelayanan prima, baik di desa maupun di kantor” kata I. B. Suadnyana, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, untuk menyemangati stafnya dalam melaksanakan pelayanan.

Di tahun 2012, index Disdukcapil dalam pelayanan masyarakat di Bappeda tercatat mencapai 30%, tahun ini diperkirakan meningkat tajam karena dari jumlah pemohon yang tercapai di tahun 2012 sebanyak 3600 pemohon, di tahun 2013 per bulan Agustus sudah menyentuh angka 9.700, atau kira-kira hampir 3x lipat jumlah di tahun 2012. “Terobosan yang kami lakukan adalah mengundang desa untuk mengundang kembali staf capil untuk datang ke desa melakukan pelayanan” ungkap kepala dinas yang hobi membaca komik Kho Ping Hoo ini. Tercatat sudah 17 desa yang dilayani pembuatan aktenya, baik itu akte kelahiran, kematian, perkawinan, maupun perceraian, dan masih banyak lagi desa yang sudah masuk daftar antrian untuk dikunjungi. Desa-desa yang sudah dilayani antara lain : Pegadungan, Sanggalangit, Unggahan, Tinggarsari, Cempaga, Bebetin, Tajun, Penuktukan, Madenan, Bayupoh, Tambakan, Tukad Mungga, Wanagiri, Pemuteran, Jineng Dalem, Penyabangan, dan Pejarakan. Desa yang masih dalam antrian yaitu Desa Pengulon, Pangkung Paruk, Ularan, Gesing, Pedawa Den Carik, Banyuasri, Petandakan Poh Bergong,Kp Anyar, Lemukih, Sudaji, Tamblang, Penuktukan, Tejakula, dll. Perkiraan jumlah pemohon yang dapat dilayani di tahun 2013 adalah sekitar 15.000 pemohon. Keuntungan metode ini, pelayanan lebih cepat dan masyarakat yang membuat akte tidak terganggu aktivitasnya karena dapat langsung melanjutkan pekerjaannya setelah membuat akte (Tim/Lin). 

Share Post :