Desa Siaga, Wujudkan Indonesia Sehat

  • Admin Bulelengkab
  • 29 Agustus 2013
  • Dibaca: 1817 Pengunjung

 

Desa siaga merupakan salah satu strategi  pemerintah dalam pembangunan kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat. Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri (Departemen Kesehatan RI, Jakarta, 2006). Desa yang dimaksud di sini dapat berarti Kelurahan atau negeri atau istilah-istilah lain bagi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia 

Tahun 2013, program desa siaga menjadi salah satu program unggulan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng untuk mewujudkan pembangunan kesehatan di Kabupaten Buleleng. Demikian disampaikan Kadis Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Made Puja Arianta, M.Kes, saat ditemui Tim Kominfo di ruang kerjanya (13/8/2013). Desa siaga dibentuk guna mewujudkan masyarakat desa yang sehat, serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. Inti dari kegiatan desa siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Oleh karena itu dalam pengembangannya diperlukan langkah-langkah edukatif berupa pendampingan terhadap masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran, salah satunya berupa pemecahan berbagai masalah kesehatan yang dihadapi. 

Untuk mempermudah strategi intervensi, sasaran pengembangan desa siaga dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: 

1. Semua individu atau keluarga di desa yang diharapkan mampu melakasanakan hidup sehat dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. 

2. Pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan prilaku individu dan keluarga atau yang dapat menciptakan iklim kondusif bagi perubahan prilaku tersebut seperti, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan pemuda, kader dan tenaga kesehatan. 

3. Pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan, peraturan perundang-undangan, dana, tenaga, sarana dan lain-lain seperti kepala desa, Camat, para pejabat terkait, swasta, para donatur dan pemangku kepentingan lainnya.

Kriteria sebuah desa dikatakan telah menjadi desa siaga adalah apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Poskesdes (Pos Kesehatan Desa). Poskesdes dibentuk dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat serta sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan antara upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. Pelayanan Poskesdes meliputi upaya promotif, preventif dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan terutama bidan dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela.

Kadis Kesehatan Kabupaten Buleleng menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diupayakan dalam mensukseskan program desa siaga ini diantaranya pemberian penghargaan (reward) bagi para kader desa atau tenaga sukarela, membina hubungan lintas sektoral baik formal maupun informal, serta peningkatan SDM kesehatan dengan menambah tenaga kesehatan. Untuk saat ini sedang dilakukan perekrutan bidan PTT sebanyak 14 orang yang nantinya akan ditempatkan di desa-desa yang masih kekurangan tenaga bidan.

Keberhasilan program desa siaga sebagai wujud upaya kesehatan berbasis masyarakat sangat tergantung kepada ketepatan penerapan langkah-langkah dalam pendekatan edukatif dan pengorganisasian masyarakat. Untuk keberhasilan program desa siaga, puskesmas dan jajarannya, rumah sakit, dinas kesehatan kabupaten/kota perlu direvitalisasi, baik dalam sumber daya manusianya maupun pendanaannya. Berbagai pihak yang bertanggung jawab atau pemangku kepentingan bagi pengembangan desa siaga diharapkan dapat berperan optimal sesuai perannya, agar pengembangan desa siaga benar-benar berhasil. (tim/her)

 

Referensi

1. Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga: Modul 1 - Jakarta: Departemen Kesehatan, 2006

2. Wawancara dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng oleh tim kominfo, (13/8/2013)

Share Post :