Bupati Akan Adakan MoU Dengan Kejaksaan dan Kepolisian

  • Admin Bulelengkab
  • 21 Desember 2012
  • Dibaca: 1671 Pengunjung

Kasus korupsi tengah mendapat sorotan. Untuk mencegah korupsi di Pemkab Buleleng, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST. akan mengadakan MoU dengan kejaksaan dan kepolisian dalam proses-proses pengadaan di Pemkab.Buleleng sehingga semuanya terbuka. Demikian sebagian penjelasan Bupati PAS yang terungkap dalam acara dialog akhir tahun “ Buleleng Pas-nya Ke Mana ? “ yang digelar oleh Komunitas Jurnalis Buleleng(KJB) pada hari Jumat (21/12) di Gedung Sasana Budaya Singaraja yang disiarkan langsung oleh RRI Singaraja, Guntur Fm,Singaraja Fm  dan radio komunitas Perjuangan Kebangsaan. Penjelasan ini menjawab harapan seorang anggota dewan, Mangku Budiasa yang meminta agar diadakan upaya untuk mencegah terjadinya  korupsi di Pemkab.Buleleng terkait dengan tersandungnya  mantan Bupati Buleleng “PB” dan mantan Kadis Penda Buleleng “P” dalam suatu kasus dugaan korupsi.

Sebelumnya Ketua DPRD Buleleng Dewa Sukrawan dalam sambutannya berharap ke depannya  diskusi akhir tahun itu juga dihadiri oleh seluruh perwakilan partai, dan meminta seluruh komponen masyarakat bersama DPRD Buleleng ikut mengawasi jalannya pemerintahan Buleleng.
Dari perwakilan KJB, Adnyana Ole mengawali dialog memaparkan Buleleng memiliki tonggak-tonggak sejarah yang dapat dijadikan momen kebangkitan Buleleng . Sekolah pertama ada di Buleleng, terbitan majalah dan perdebatan intelektual soal-soal Bali maupun kesetaraan gender terjadi di Buleleng, dan gong kebyar juga lahir di Buleleng, dan turis pertama juga masuk melalui Buleleng papar wartawan yang juga penyair itu.

Wartawan lainnya Jero Sudirta menambahkan terpilihnya Bupati PAS diharapkan oleh masyarakat Buleleng dapat membawa perubahan dan diharpakan diskusi dapat melahirkan parameter dari perubahan itu.
Bupati Putu Agus Suradnyana yang baru 117 hari memimpin pemerintah Kabupaten Buleleng sebelum dialog memaparkan  antara lain, setelah mengkaji berbagai potensi Buleleng, Bupati bersama jajarannya telah membuat RPJMD Buleleng dengan merumuskan kebijakan yang menjangkau 5 tahun ke depan yang disebut dengan program 12 PAS- Program Agenda  Strategis. Kunci dari strategi keberhasilan itu, lanjutnya, adalah komunikasi, koordinasi dan keterbukaan. Terkait komunikasi dicontohkan, apa yang diprogramkan Pemkab. Buleleng, juga Pemprov.Bali serta Pemerintah Pusat harus dapat diakses melalui komunikasi formal maupun informal.
Dialog berlangsung dua jam dari pukul 10.00 itu, Bupati juga menjawab pertanyaan dan saran lainnya mengenai wacana kota pendidikan , pemberdayaan PD Pasar, penciptaan lapangan kerja, pemanfaatan taman kota,promosi pariwisata, dukungan cengkeh diselamatkan, hingga perlunya sesuatu yang special dari Buleleng agar Buleleng menarik wisatawan hingga investor .
Peserta dialog selain wartawan, juga berbagai komponen masyarakat antara lain perwakilan partai politik, BEM, LSM, Tokoh Adat, Rektor dan sejumlah pimpinan SKPD.

Share Post :