Buleleng Emergency Service, Kesiapsiagaan Rsud Buleleng Dalam Menghadapi Situasi Kegawatdaruratan Da

  • Admin Bulelengkab
  • 30 September 2013
  • Dibaca: 1532 Pengunjung

Kabupaten Buleleng merupakan kabupaten dengan wilayah terluas dan memiliki jumlah penduduk paling banyak dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali. Buleleng juga memiliki topografi wilayah yang beragam, mulai dari lautan/pantai, dataran rendah serta daerah perbukitan dan pegunungan yang memiliki tingkat kemiringan yang beraneka ragam. Selain itu, Kabupaten ini juga memiliki ruas jalan yang sangat panjang dan tingkat lalu lintas di jalan dari hari kehari semakin padat, sehingga tentunya tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya juga cukup tinggi. Dari kondisi tersebut, tentunya wilayah bagian utara Pulau Bali ini memiliki resiko kegawatdaruratan dan bencana yang tinggi.

RSUD Kabupaten Buleleng, sebagai satu-satunya rumah sakit milik Pemerintah Daerah tentunya memiliki peran yang sangat besar dalam hal penanganan kegawatdaruratan dan bencana yang ada di wilayah Bali Utara. RSUD Buleleng merupakan rumah sakit tipe B memiliki motto PRISMA, yaitu: Peduli, Responsif, Integritas, Sentuhan, Mudah dan Aman, tentunya selalu ingin memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat. 

 

RSUD Kabupaten Buleleng juga membentuk Buleleng Emergency Service (Tim Reaksi Cepat) untuk kesiapsiagaan dalam hal kegawatdaruratan dan bencana yang terjadi di Buleleng. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Gede Wiartana, M.Kes selaku direktur RSUD Buleleng saat diwawancarai Tim Kominfo (24/09/2013). Buleleng Emergency Service merupakan salah satu program unggulan  RSUD  Buleleng. Tim yang diketuai oleh  dr. Ketut Suparna, Sp.B ini, selalu siap bertugas jika suatu saat ada hal-hal kegawatdaruratan dan bencana yang terjadi di Buleleng. Tim ini sudah dibekali dengan 4 buah unit mobil ambulans, tenda, handy talky (HT), dan lain-lain. Gede Wiartana juga menambahkan, RSUD Kabupaten Buleleng telah menyiapkan IGD (Instalansi Gawat Darurat) yang representatif untuk memberikan kecepatan pelayanan pertolongan jika ada masyarakat yang mengalami situasi gawat darurat. Selain itu, jika terjadi bencana, maka RSUD Buleleng juga telah menyiapkan model rumah sakit lapangan jika memang diperlukan.

Dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), Tim ini sudah dibekali dengan berbagai macam pelatihan. Salah satunya adalah pelatihan Basic Life Support, yaitu pelatihan dasar untuk anggota tim Buleleng Emergency Service dari tenaga non medis untuk pertolongan pertama jika ada situasi kegawatdaruratan dan bencana. Tentunya dengan terbentuknya Tim ini, maka situasi kegawatdaruratan dan bencana bisa sesegera mungkin diatasi. (Tim/Surya) 

Share Post :