Perekonomian
Ditulis oleh Aditya    Senin, 25 Januari 2010 07:45    PDF Cetak E-mail

EKONOMI KABUPATEN BULELENG


Pertanian
Sub sektor tanaman bahan makanan merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian. Sub sektor ini mencakup tanaman padi dan palawija. Menurunnya luas panen tanaman pangan bukan lantas berarti produksi akan menurun, karena masih ada faktor lain yang mempengaruhi misalnya produktivitas dan tanaman tersebut. Luas panen padi tahun 2007 seluas 19.108 ha, bila dibandingkan dengan keadaan tahun 2006 terjadi penurunan sebesar 5,95 %. Sedangkan produksi padi tahun 2007 mencapai 111.237 ton (GKG), turun sebesar 4,63% dibandingkan dengan produksi tahun 2006.

Perkebunan
Komoditi andalan pada sub sektor perkebunan di Kabupaten Buleleng sampai saat mi masih mengandalkan pada tanaman kelapa, kopi dan cengkeh. Produksi tanaman mi pada tahun 2007, berturut-turut adalah 7.775,20 ton, 6.870,20 ton, dan 2.445,28 ton.

Kehutanan
Menurut fungsinya hutan dibedakan menjadi : hutan lindung, hutan produksi, taman nasional, cagar alam, serta hutan wisata. Luas kawasan hutan di Kabupaten Buleleng menurut fungsinya tersebut tidak mengalami perubahan sampai dengan tahun 2007.

Peternakan
Populasi ternak besar yang terdiri dari sapi potong, kerbau dan kuda pada tahun 2007 secara berturut-turut adalah : 135.568 ekor, 282 ekor, dan 107 ekor. Dibandingkan dengan tahun 2006 jenis ternak besar kecuali kerbau mengalami sedikit peningkatan.
Untuk ternak kecil seperti babi bali, maupun babi sadel back, mengalami peningkatan populasi pada tahun 2007.

Perikanan
Potensi sub sektor perikanan di Kabupaten Buleleng sampai saat ni belum tergarap secara optimal, andai saja sektor ini sudah digarap secara profesional, maka sub sektor ini diharapkan mampu mengatasi kendala ketenagakerjaan yang terjadi saat ini. Gambaran mengenai sub sektor perikanan di Kabupaten Buleleng

Industri
Meskipun sektor industri bukan merupakan sektor utama dalam roda perekonomian di Kabupaten Buleleng, namun tetap diharapkan peranan yang lebih besar lagi. Hal ini sejalan dengan tujuan dan pembangunan perekonomian Buleleng, bahwa produk dan hasil pertanian setidaknya jangan Iangsung dipasarkan dalam bentuk dasarnya, paling tidak adalah nilai tambah yang diperoleh, jika produk pertanian tersebut mengalami proses pengolahan menjadi barang setengah jadi atau menjadi produk sektor industri. Penyerapan tenaga kerja juga menjadi alasan kenapa sektor mi tetap harus diprioritaskan pembangunannya, disamping orientasi ekspor nonmigas. Dan data tahun 2006 tercatat terjadi peningkatan jumlah unit usaha formal sebesar 3,72%, yaitu 1.262 unit usaha pada tahun 2006 menjadi 1.309 unit usaha pada tahun 2007. Dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebesar 8.117 orang (tahun 2006) menjadi 8.463 orang (tahun 2007).

KEUANGAN KABUPATEN BULELENG

1. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Buleleng

Upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng di dalam rangka menunjang belanja pembangunannya adalah dengan jalan mengusahakan untuk tetap meningkatkan pendapatan daerah, baik dari hasil pajak, retribusi, penerimaan lain-lain, maupun bantuan-bantuan yang diterima dari pihak atasan. APBD Kabupaten Buleleng dalam tahun 2007 yang besarnya Rp. 38,19 milyar.

A.  PENDAPATAN DAERAH

Untuk mengetahui gambaran lebih lanjut dari perkembangan APBD di Kabupaten Buleleng sampai dengan Tahun Anggaran 2007 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

B. BELANJA DAERAH
Anggaran Belanja dalam APBD Tahun Anggaran 2006 dibagi menjadi kelompok belanja yaitu :
•  BELANJA APARATUR PUBLIK
-
Belanja Andministrasi Umum
- Belanja Operasional dan Pemeliharaan
- Belanja Modal
•  BELANJA PELAYANAN PUBLIK
-
Belanja Administrasi Umum
- Belanja Operasional dan Pemeliharaan
- Belanja Modal
- Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan
- Belanja Tidak Tersangka

Secara lengkap, anggaran belanja dalam APBD tahun anggaran 2006 tersaji dalam tabel berikut ini :

2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Buleleng

Pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah selama ini langsung sudah dapat kita rasakan dan nikmati hasilnya, meskipun sempat terpuruk akibat krisis yang mengglobal di sektor keuangan. Namun kini dengan keyakinan serta stabilitas politik yang sudah kondusif kita harapkan roda perekonomian kembali berputar untuk menghidupkan kembali sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara keseluruhan.

Produk Domestik Regional Bruto yang lebih dikenal dengan PDRB, merupakan salah satu indikator yang biasanya digunakan untuk menggambarkan dan mengetahui kondisi perekonomian dari suatu daerah dalam kurun waktu tertentu disamping bermacam-macam indikator lainnya. PDRB adalah merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit kegiatan ekonomi/usaha dalam suatu daerah dalam satu periode tertentu yang dikenal dengan nilai PDRB menurut lapangan usaha. Sedangkan penghitungan PDRB melalui penjumlahan nilai barang dan jasa yang digunakan untuk konsumsi akhir yang dikenal sebagai PDRB menurut penggunaan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buleleng pada tahun 2005 mencapai 5,60 % mengalami peningkatan sebesar 0,62 % jika dibandingkan dengan tahun 2004 yang mencapai 4,89 % (memakai tahun dasar 2000). Untuk mengetahui gambaran lebih lanjut dari perkembangan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buleleng dari tahun 1999 s/d 2005 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

3. Distribusi Prosentase PDRB Kabupaten Buleleng

Dengan dukungan luas lahan yang sangat besar telah menyebabkan sektor pertanian memberikan share yang relatif lebih besar terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Buleleng disamping sektor perdagangan, Hotel dan Restoran serta sektor jasa-jasa lainnya, dan ketiga sektor tersebut merupakan kelompok penyumbang terbesar. Kontribusi sektor pertanian dalam PDRB atas dasar harga berlaku dalam tahun 2005 mencapai 32,07 % dan jika dibandingkan dengan tahun 2004 terjadi peningkatan sebesar 0,09 %.

Untuk melihat gambaran perkembangan distribusi prosentase PDRB dapat dilihat pada tabel berikut ini.

4. Nilai Absolout PDRB Kabupaten Buleleng

Nilai Absolut PDRB Kabupaten Buleleng dalam tahun 2006 atas dasar harga mencapai sebesar Rp. 1.299,673 milyar meningkat sebesar Rp. 180,134 milyar jika dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp. 1.119,539 milyar. Sedangkan menurut harga konstan dalam tahun 2005 mencapai sebesar Rp. 722,869 milyar, meningkat sebesar Rp. 34,299 milyar jika dibandingkan tahun 2004 yang berjumlah sebesar Rp. 688,570 milyar.

Untuk mengetahui nilai Absolut PDRB Kabupaten Buleleng dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini :

5. PDRB Perkapita Kabupaten Buleleng

PDRB perkapita merupakan hasil bagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun bersangkutan, dengan demikian jelas besar kecilnya PDRB perkapita pada suatu daerah tidak hanya tergantung dari besarnya nilai PDRB saja, tetapi juga dipengaruhi oleh besarnya jumlah penduduk pada daerah tersebut.

PDRB perkapita atas dasar harga berlaku Kabupaten Buleleng untuk tahun 2005 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, demikian pula halnya dengan PDRB atas dasar harga konstan. PDRB perkapita Kabupaten Buleleng atas dasar harga berlaku pada tahun 2005 sebesar Rp. 6.637.378,68 sedangkan untuk harga konstannya adalah sebesar Rp. 4.273.010,89

 

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 08 Februari 2010 08:24 )
 

Total Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini55
mod_vvisit_counterKemarin239
mod_vvisit_counterMinggu ini55
mod_vvisit_counterMinggu Lalu3153
mod_vvisit_counterBulan ini6062
mod_vvisit_counterBulan Lalu10159
mod_vvisit_counterTotal33109

0 7
IP Anda: 38.107.191.80
,
Tanggal: Mar 15, 2010

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id

Kurs IDR

12-Mar-2010 / 15:57 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9250.00 9100.00
SGD 6639.25 6508.25
HKD 1193.15 1171.85
CHF 8704.65 8540.65
GBP 14009.00 13727.00
AUD 8500.60 8326.60
JPY 102.70 100.12
SEK 1316.55 1283.85
DKK 1720.25 1673.55
CAD 9060.10 8867.10
EUR 12711.65 12477.65
SAR 2476.10 2417.10
sumber: KlikBCA.com