SELAYANG PANDANG
I. NAMA LEMBAGA : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng

II. DASAR HUKUM : Peraturan Bupati Buleleng No. 50 Tahun 2008
Tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perikanan dan
Kelautan Kabupaten Buleleng
III. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
1. Tugas Pokok
Melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang perikanan dan kelautan.
2. Fungsi
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang perikanan dan kelautan berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Bupati.
b. Pelaksanaan dan peningkatan produksi perikanan.
c. Penataan dan pengelolaan perairan darat dan perairan laut.
d. Penetapan dan pengelolaan plasma nuftah spesifikasi lokasi serta swaka perikanan.
e. Penataan dan pengawasan eksplorasi, eksploitasi, konservasi dan pengelolaan kekayaan laut.
f. Melaksanakan penataan pembinaan pemukiman nelayan.
g. Penggalian dan pemanfaatan kekayaan laut lainnya.
h. Peningkatan dan pembinaan usaha dan pengolahan hasil perikanan.
i. Pemberian rekomendasi permohonan perijinan sesuai dengan kewenangan dan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
j. Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis dinas.
k. Pengelolaan tata usaha dinas.
IV. VISI DAN MISI
A. Visi
Terwujudnya pengolahan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan yang lestari, terpadu dan bertanggung jawab bagi kesatuan dan kesejahteraan.
B. Misi
1. Peningkatan kesejahteraan masyaakat nelayan pembudidayaan ikan masyarakat pesisir lainnya.
2. Peningkatan peran sektor perikanan dan kelautan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
3. Pemeliharaan dan peningkatan daya dukung serta kualitas lingkungan perairan.
4. Peningkatan kecerdasan kesehatan masyarakat melalui peningkatan konsumsi ikan.
5. Peningkatan peran laut sebagai pemersatu bangsa dan peningkatan budaya bahari.
V. ANALISIS SWOT
1. STRENGTHT (Kekuatan)
a. Program pembangunan perikanan dan kelautan memadai.
b. Data perikanan dan kelautan tersedia.
c. Koordinasi untas sektorial kuat.
d. Sarana dan prasarana dinas memadai
2. WEAKNESES (Kelemahan)
a. Kualitas SDM masih rendah.
b. Jumlah tenaga (Personil) belum memadai.
c. Latar belakang pendidikan banyak yang belum sesuai.
3. OPPORTUNITIES (Peluang)
a. Jumlah masyrakat perikanan besar.
b. Kelembagaan nelayan, pembudidayaan besar.
c. Potensi perikanan dan kelautan.
4. THREATS (Tantangan)
a. SDM masyarakat perikanan kelautan masih rendah.
b. Belum tersedianya tata ruang wilayah pesisir.
c. Sarana dan prasarana yang dimiliki masyarakat perikanan belum memadai.
d. Pendapatan nelayan masih rendah.
e. Belum adanya dukungan organisasi yang mampu menciptakan sinergi diantaranya berbagai lembaga dalam menangani masalah perikanan dan kelautan.
VI. PROGRAM UNGGULAN
1. Program pengembangan perikanan tangkap.
2. Program pengembangan perikanan budidaya.
3. Program pemberdayaan masyarakat pesisir.
4. Program optimalisasi pengolahan dan pemasaran produksi perikanan.
5. Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan.
VII. INDIKATOR KEBERHASILAN
1. Keberhasilan otonomi daerah, mampu mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang ada dalam pembangunan, perikanan dan kelautan dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan.
2. Keberhasilan pembangunan perikanan dan kelautan memerlukan perangkat hukum dan perundang-undangan yang pasti serta tersosialisai dalam pelaksanaan dan penegakannya.
3. Penataan wilayah kawasan pengembangan perikanan sesuai potensi dan spesifik lokasi secara konsisten dan berkelanjutan sesuai tata ruang yang ditetapkan.
4. Terciptanya iklim yang kondusif dalam melakukan usaha di sektor perikanan dan kelautan.
5. Meningkatnya usaha perikanan karena letak geografis Kab. Buleleng sangat strategis.
VIII. DATA PEGAWAI
1. Tenaga PNS
a. Berdasarkan Golongan
Ø Golongan IV : 6 orang
Ø Golongan III : 42 orang
Ø Golongan II : 14 orang
Ø Golongan I : 1 orang
b. Berdasarkan Pendidikan Formal
Ø Strata II : 1 orang