| AIR TERJUN GITGIT Air Terjun ini terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Dari Kota Singaraja berjarak 11 km ke ara [ ... ] |
TNBB Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem [ ... ] | Wisata yang lain | ||

LIMA PULUH EMPAT TENAGA KERJA ASAL BULELENG KE NEW ZEALAND![]() 11/03 Pembangunan di bidang ketenagakerjaan dari tahun ke tahun terus diupayakan oleh Pemerintah Kab. Buleleng melalui berbagai sector pembangunan untuk menciptakan kesempatan kerja. Hal ini di... Rabu, 10 Maret 2010 | Hits: 35 | COMMENTS Baca..... |
BUPATI BULELENG BAYAR PBB DAN SAMPAIKAN SPT TAHUNAN![]() 11/03 Sebagai Kepala Daerah hendaknya patut memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya demi terciptnya pembangunan yang berkesinambungan, hal itu tercermin dari sikap Bupati Buleleng Putu Bagiada, Wakil Bupati Buleleng Made Arga Pynatih, Sekda Gelgel Ariadi... Rabu, 10 Maret 2010 | Hits: 23 | COMMENTS Baca..... |
DEWA PUSPAKA DIKUKUHKAN SEBAGAI KETUA KWARCAB PRAMUKA BULELENG![]() 09/03 Ir. Dewa Puspaka MP. dilantik sebagai ketua pramuka kwartir cabang Buleleng masa bakti 2010-2012, oleh Bupati Buleleng Drs. Putu Bagiada MM... Selasa, 9 Maret 2010 | Hits: 22 | COMMENTS Baca..... |
WABUP BUKA FORUM GABUNGAN SKPD BULELENG 2010![]() 08/03 Forum Gabungan SKPD Kabupaten Buleleng merupakan kegiatan mensinergikan, menetapkan, dan menyusun prioritas kegiatan pembanguan hasil Musrenbang Kecamatan dan Rancangan Renja SKPD. Hal itu yang disampaikan Ir. Gede Darmaja, M.Si. Kepala Bappeda Kab. Buleleng dalam Forum Gabungan SKPD Buleleng di... Senin, 8 Maret 2010 | Hits: 41 | COMMENTS Baca..... |
HUT SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KE 60![]() 05/04 Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja ke 60 secara Nasional diperingati pada tanggal 3 Maret 2010, namun di Bali karena bertepatan dengan hari Raya Pagerwesi perayaan di Provinsi Bali diundur tanggal 4 Maret. Perayaan HUT Satpol PP Kabupaten Buleleng di... Jumat, 5 Maret 2010 | Hits: 58 | COMMENTS Baca..... |
GUBERNUR RESMIKAN MARKANDEYA YOGA CITY DAN INTERNASIONAL BALI-INDIA YOGA FESTIVAL II![]() 04/03 Buleleng memiliki banyak objek pariwisata diantaranya pantai Lovina, air terjun gigit dan kini bertambah lagi dengan baru diresmikannya Markandeya Yoga City di Dusun Gunung Sari, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Peresmian... Jumat, 5 Maret 2010 | Hits: 47 | COMMENTS Baca..... |
05/03 Koperasi Pegawai Negeri Praja Mukti Kantor Bupati Buleleng pada hari Jumat (05/03)
04/03 Dengan bantuan sejumlah aparat Desa Pakraman Tejakula Kecamatan Tejakula serta masyarakat
01/03 Bupati Buleleng Drs. Putru Bagiada MM kembali menerima penghargaan nasional.
01/03 Kesuksesan pemerintah daerah didalam pembangunan fisik diakui tidak lepas dari kontribusi
24/02 Demi menyelamatkan masyarakat Buleleng terhadap ancaman virus HIV/AIDS dan narkoba,
24/02 Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga Provinsi Bali
23/10 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Buleleng menggelar Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan
23/02 Sensus penduduk tahun 2010 merupakan kali ke-6 yang akan dilaksanakan di Indonesia, tujuan
22/02 Memasuki hari ke 7 pelaksanaan sosialisasi HIV/AIDS di seluruh kecamatan di
20/02 Kinerja kegiatan olahraga di Buleleng kembali mendapatkan apresiasi positif, pujian
19/02 Dalam rangka pembukaan Muscab Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Buleleng tahun 2010 yang
18/02 Atlet-atlet Buleleng kembali mengharumkan nama Buleleng di Kancah Nasional, dari 30 atlet
KECAMATAN BULELENG
Dasar Hukum Pembentukannya adalah Berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor
41tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, bahwa pemerintah Kecamatan merupakan wilayah kerja
Camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten.
TUGAS POKOK.
Pemerintah Kecamatan mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan Pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi diantaranya tugas di bidang pemerintahan, pembangunan, kemayarakatan, pelayanan umum serta ketertiban dan keamanan.
FUNGSI
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut di atas. Pemerintah Kecamatan menyelenggarakan fungsi:
a.penyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan umum dan pembinaan keagrariaan;
b.pelaksanaan pembinaan pemerintah desa dan kelurahan;
c.pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah dan perlindungan masyarakat di wilayah kecamatan;
d.pembinaan pembangunan yang meliputi perekonomian, distribusi, dan pembinaan sosial kemasyarakatan;
e.pelaksanaan pembinaan pelayanan umum dan lingkungan hidup;
f. pengkoordinasian operasi Unit Pelaksana Teknis Dinas serta kegiatan lintas sektoral kelurahan/Desa yang ada di wilayah kecamatan;
g. pelaksanaan tata usaha Kantor
a. Jumlah pegawai yang cukup memadai.
b. Terciptanya situasi atau iklim kerja yang kondusif.
c. Tersedianya dana sebagai pendukung kegiatan.
d. Adanya struktur organisasi yang memadai.
a. Masih rendahnya kemampuan sumber daya manusia ( personil ) yang ada.
b. Masih rendahnya disiplin pegawai terutama ketentuan jam kerja.
c. Masih rendahnya pemahaman terhadap peraturan kepegawaian.
a. Adanya kesempatan pegawai untuk mengembangkan karir.
b. Adanya kesempatan pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan.
c. Adanya insentif untuk pegawai dari Pemerintah Kabupaten.
4 .THREATS (Tantangan)
a. Masih lemahnya fungsi pengawasan intern / waskat di Kecamatan Buleleng.
b. Masih terbatasnya dana yang dialokasikan untuk kegiatan Kecamatan Buleleng
KECAMATAN TEJAKULA
Dasar Hukum Pembentukannya adalah Berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 41
tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, bahwa pemerintah Kecamatan merupakan wilayah kerja Camat
sebagai perangkat Daerah Kabupaten.
VISI DAN MISI
ANALISIS SWOT
1. STRENGTH : Penduduk 64.925 Jiwa
2. WEAKNESSSDM : Apartaur yang masih rendah
3. OPPORTUNITIES : Pengembangan Bidang Pertanian dan Perikanan
4. THREATS : Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pengentasan kemiskinan
PROGRAM UNGGULAN
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan
5. Program Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
6. Program Koordinasi Penyelenggaraan Peningkatan Pembangunan Desa
7. Program Koordinasi Penyelenggaraan Peningkatan Linmas dan Trantib
8. Program Koordinasi Penyelenggaraan Peningkatan Kesejahteraan Sosial
9. Program Koordinasi Penyelenggaraan Peningkatan Pelayanan Umum
INDIKATOR KEBERHASILAN :
a. Tertib Administrasi Perkantoran
b. Kualitas Pelayanan Aparatur kepada masyarakat
c. Pelayanan Prima
d. Tertib Pelaporan Kinerja Keuangan
e. Pembinana Administrasi Tugas Perbekel
f. Terbinanya Desa Calon Lomba Desa
g. Terwujudnya Koordinasi Penyelenggaraan Linmas dan Trantib
h. Terbinanya lemmbaga-lembaga sosial dan adat
i. Terlaksananya Pelayanan masyarakat dan perijinan
DATA PEGAWAI
a. PNS : 37 Orang (Termasuk Sekdes)
b. Non PNS : 4 Orang
Jumlah Penduduk :
a. Wajib KTP : 46.741 Orang
b. Sudah Memiliki KTP : 31.446 Orang
c. Wajib KK : 18.286 KK
d. Sudah memiliki KK 14.441 KK
e. Lansia (61 Tahun keatas) : 4.843 Orang
DESA-DESA DI KECAMATAN TEJAKULA
a. Desa Pacung
b. Desa Julah
c. Desa Sembiran
d. Desa Bondalem
e. Desa Madenen
f. Desa Tejakula
g. Desa Les
h. Desa Penuktukan
i. Desa Sambirenteng
j. Desa Tembok
KECAMATAN BANJAR
Dasar Hukum :
Dasar Hukum Pembentukannya adalah Berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, bahwa pemerintah Kecamatan merupakan wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten.
Visi dan Misi
- Meningkatkan kinerja Pelayanan dan pembinaan.
- Meningkatkan rasa aman di masyarakat.
V. Analis Swot seperti :
a. Kekuatan (streng) Yaitu:
- Sumber Daya Kelembagaan
- Sumber Daya Manusia
- Sumber Daya Alam
b. Kelemahan (Weakness) Yaitu :Sumber Daya Manusia
c. Peluang (Oportunitis) yaitu : Sumber Daya Alam yang memadai untuk di olah
d. Tantangan (Shreats) yaitu : Perlu adanya semangat membangun dari masyarakat yang didukung oleh pemerintah
Program Unggulan.
Adapun Program-program yang di maksud adalah :
a. Prasarana sosial yaitu tlah mampu mewujudkan prasarana dan sarana air bersih baik berupa pemasangan pipa air, reservoir dan brontkaptering terkecuali Desa temukus, Sidetapa dan pedawa yang sementara ini masyarakatnya memperoleh air bersih secara individu / perorangan.
Sedangkan prasarana yang lainnya adalah :
1. Pengangkut sampah yang di kelola oleh Desa Banjar
2. Kegiatan posyandu yang di kelola oleh desa temukus, Banjar tegehe Kayu putih dencarik dan pedawa,.
b. Prasarana perhubungan yaitu tlah mampu mewujudkan lingkungan jalan Desa berupa krabat beton kecuali desa temukus, dencarik, banjar dan tirta sari sedangkan rainasi kegiatanya berlokasi di desa temukus, dencarik, gobleg gesing dan banjar tegeha.
c. SPP(simpan pinjam perempuan) yaitu dimana masing-masing desa kecuali temukus, tlah di bentuk klompok SPP yang masing-masing klompok menerima dana pinjaman yang berpariasi. Di samping program tersebut di atas, juga sangat menunjang pembangunan di desa adalah pembangunan suadaya murni masyarakat yang berjalan sejak lama.
Indikator Keberhasilan
Monografi pendudukan.
1. Jumlah Penduduk :79335 orang/14955 KK
2. Penduduk menurut jenis klamin
a. Jumlah laki-laki : 39642 orang
b. Perempuan : 39693 orang
3. menurut Kewarganegaraan
a. WNI laki-laki : 39642 orang
b. Perempuan : 39693 orang
c. WNA Laki-laki : - Orang
d. Perempuan : - Orang
4. Penduduk menurut agama
a. Islam 2320 orang
b. Khatolik : 71 Orang
c. Protestan : 5 Orang
d. Hindu : 78023 Orang
e. Bhuda : 539 Orang
5. Penganut aliran kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa : - Orang
6. Pendudukan menurut usia
a. 0-6 Tahun : 1964 Orang
7-12 Tahun : 2664 Orang
11-18 Tahun : 3636 Orang
19-24 Tahun : 8413 Orang
25-55 Tahun : 33725 Orang
56-79 Tahun : 12298 Orang
80 Tahun keatas : - Orang
b. 0-4 Tahun : 4154 Orang
5-9 Tahun : 2625 Orang
10-14 Tahun : 3018 Orang
15-19 Tahun : 7832 Orang
20-24 tahun : 8777 Orang
25-29 Tahun : 6331 Orang
30-34 Tahun : 5637 Orang
35-39 Tahun : 5134 Orang
40 Tahun ke atas : 25588 Orang
c. 0-5 Tahun : 960 Orang
6-16 Tahun : 1832 Orang
10-14 Tahun : 3018 Orang
17-25 Tahun : 16900 Orang
26-55 Tahun : 30218 Orang
56 Tahun keatas : 11288 Orang
7. Kepadatan penduduk : 4596 jiwa/Km2
8. Penyebaran Penduduk : Merata
9. Angka NTCR
- Nikah : 93 Kejadian
- Talak : - Kejadian
- Cerai : - Kejadian
- Rujuk : -Kejadian
10. Pendududk Menurut mata pencaharian
1. Petani
a. Petani Pemilik Tanah : 2252 Orang
b. Petani Penggarap/ Penyakap : 4504 Orang
c. Buruh Tani : 1898 Orang
2. Nelayan : 329 Orang
3. Pengusaha sedang/besar : - Orang
4. Pengrajin/industri kecil : 3621 Orang
5. Buruh industri/Pengelolahan Pangan : 520 Orang
6. Buruh Bangunan : 315 Orang
7. Buruh Pertambangan/Pasir : 16 Orang
8. Buruh Perkebunan (Besar + kecil) : 1898 Orang
9. Pedagang : 2086 Orang
10. Pengangkutan : 755 Orang
11. Pegawai Negeri Sipil : 859 Orang
12. ABRI/TNI/POLRI : 40 Orang
13. (Pegneg/ABRI) : 89 Orang
14. Peternak : 639 Orang
a. Peternak Sapi Biasa : - orang : 2364 ekor
b. Peternak Kerbau : 215 org : 18 ekor
c. Peternak Kambing : 149 org : 4175 ekor
d. Peternak domba : - org : - ekor
e. Peternak Kuda : 3 org : 3 ekor
f. Peternak Babi : 96 org :3849 ekor
g. Peternak Ayam/unggs : 79 org :78505 ekor
15. Jumlah penduduk menurut pendidikan
a. Belum sekolah : 2116 orang
b. Tidak tamat sekolah : 15016 orang
c. Tamat SD/Sederajat : 35229 orang
d. Tamat SLTP/Sederajat : 11658 orang
e. Tamat SLTA/Sederajat : 9462 orang
f. Tamat Akademi/Sederajat : 581 orang
g. Tamat Perguruan tinggi/Sederajat : 5273 orang
h. Buta hurupf : - orang
16. Pencari Kerja
a. Pencari Kerja Laki dan perempuan : 20745 orang
17. Rata-rata luas tanah pertanian yang di usahakan
a. Oleh penduduk : 17,6 are
18. Tranmigrasi pada tahun 2009
a. Lokasi Tranmigrasi : - lokasi
b. Jumlah keluarga tranmigrasi : - kk
c. Jumlah jiwa tranmigrasi : - orang
d. Jumlah rumah tangga tranmigrasi : - unit
19. Daerah penggiriman transmigrasi tahun 2009
a. Jumlah KK yang dibrangkatkan : - KK
b. Jumlah jiwa yang dibrangkatkan : - Jiwa
c. Daerah/ lokasi transmigrasi : - lokasi
VIII. Struktur Organisasi:
Struktur organisasi kecamatan sesuai dengan perda Kabupaten Buleleng No 4 Tahun 2008 tentang pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja prangkat daerah terdiri dari
1. Camat
2. Sekecam
3. Kasi Pemerintahan
4. Kasi pembangunan
5. Kasi kesejahtraan sosial
6. Kasi pelayanan umum
7. Kasi Limas Trantib
8. Kasubag Keuangan
9. Kasubag Umum
10. Kasubag Oegawaian
11. Kelopok jabatan fungsional
IX. Data Pegawai
Adapun data pegawai di kantor camat banjar adalah sebagai brikut:
a. Tenaga Pegawai Negri Sipil : 31 Orang
b. Tenaga Non Pegawai Negri Sipil : 24 Orang
X. Jumlah Penduduk yang sudah memiliki KTP, KK dan lansia adalah
sebagai berikut
a. Jumlah penduduk yang sudah memiliki KTP : 55045
b. Jumlah penduduk yang sudah memiliki KK : 21428
c. Jumlah penduduk lanjut Usia : 12298
XI. Jumlah Desa adalah 17 Desa.
XII. Nama banjar dinas (Dahulu dusun ) tahun 2008 sampai 2009 adalah sebagai berikut
XIII. Nama Desa adat Tahun 2008 Sampai 2009 Adalah sebagai berikut:
1. Desa Adat Banjar
2. Desa Adat Banjar Tegaha
3. Desa Adat Tampekan
4. Desa Adat Dencarik
5. Desa Adat Temukus
6. Desa Adat Kaliasem
7. Desa Adat Tigawase
8. Desa Adet Cempaga
9. Desa Adat Sidetapa
10. Desa Adat Pedawa
11. Desa Adat Banyusri
12. Desa Adat Tirtasari
13. Desa Adat Kayuputih
14. Deas Adat Banyuatis
15. Desa Adat Munduk
16. Desa Adat Gobleg
17. Desa Adat Gesing

KECAMATAN KUBUTAMBAHAN
DASAR HUKUM
Dasar Hukum Pembentukannya adalah Berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, bahwa pemerintah Kecamatan merupakan wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten.
Visi dan Misi :
- Subirmas (Undiksha)
- Cengkeh, coklat
- Perikanan, Peternakan, Perkebunan
- kegiatan rumah tangga
Indikator Keberhasilan : PNPM MP dan Pemberdayaan Lembaga Desa KPMD
Data Pegawai :
- Tenaga PNS : 32 orang
- Tenaga non PNS : 24 orang
Jumlah Penduduk yang sudah memiliki KTP, KK dan Lansia :
- KTP : 42.370
- KK : 16.446
- Lansia : -
Banyaknya Desa di masing-masing Kecamatan di Kabupaten Buleleng
- Tahun 2008 = 13 Desa
- Tahun 2009 = 13 Desa
Nama dusun/lingkungan dan Desa Adat dirinci per Desa tahun 2008-2009
a Desa Bukti dengan 2 dusun
1. Dusun Bukti
2. Dusun Sanih
b. Desa Kubutambahan dengan 4 dusun
1. Dusun Tegal
2. Dusun Kaja Kangin
3. Dusun Pasek
4. Dusun Kubuanyar
c. Desa Bengkala dengan 2 dusun
1. Dusun Kajanan
2. Dusun Kelodan
d. Desa Bila dengan 2 dusun
1. Dusun Kawan
2. Dusun Kanginan
e. Desa Tamblang dengan 5 dusun
1. Dusun Kelampuak
2. Dusun Tangkid
3. Dusun Kaja Kauh
4. Dusun Kaja Kangin
5. Dusun Kelod Kauh
f. Desa Bulian dengan 5 dusun
1. Dusun Dangin Margi
2. Dusun Dauh Margi
3. Dusun Bantes
4. Dusun Lodguwuh
5. Dusun Banyu Buah
g. Desa Tunjung dengan 4 dusun
1. Dusun Dangin Margi
2. Dusun Dauh Margi
3. Dusun Penulisan
4. Dusun Tonggak
h. Desa Depeha dengan 6 dusun
1. Dusun Dauh Pura
2. Dusun Bingin
3. Dusun Pengubugan
4. Dusun Seganti
5. Dusun Singkung
6. Dusun Dangin Pura
i. Desa Tajun dengan 4 dusun
1. Dusun Pasek
2. Dusun Pudeh
3. Dusun Bakungan
4. Dusun Bayad
j. Desa Mengening dengan 2 dusun
1. Dusun Tegal
2. Dusun Sangker
k. Desa Bontihing dengan 3 dusun
1. Dusun Kawan
2. Dusun Kanginan
3. Dusun Rendetin
l. Desa pakisan dengan 5 dusun
1. Dusun Sangburni
2. Dusun Tegeha
3. Dusun Pakisan
4. Dusun Kelandis
5. Dusun Mengandang
m. Desa Tambakan dengan 2 dusun
1. Dusun Desa
2. Dusun Selangki
Nama Desa Pakraman per tahun 2008 / 2009
a. Desa Bukti dengan Desa Pakraman : 2
- Desa Pakraman Sanih
- Desa Pakraman Bukti
b. Desa Kubutambahan dengan Desa Pakraman : 1
- Desa Pakraman Kubutambahan
c. Desa Bengkala dengan Desa Pakraman : 1
- Desa Pakraman Bengkala
d. Desa Bila dengan Desa pakraman : 2
- Desa Pakraman Bila Bajang
- Desa Pakraman Bila Tua
e. Desa Tamblang dengan Desa Pakraman : 2
- Desa Pakraman Tamblang
- Desa Pakraman Klampuak
f. Desa Bulian dengan Desa Pakraman : 1
- Desa Pakraman Bulian
g. Desa Depeha dengan Desa Pakraman : 1
- Desa Pakraman Depeha
h. Desa Tunjung dengan Desa Pakraman : 1
- Desa Pakraman Tunjung
i. Desa Tajun dengan Desa pakraman : 2
- Desa Pakraman Tajun
- Desa Pakraman Bayad
j. Desa Mengening dengan Desa Pakraman : 1
- Desa Pakraman Tegal
k. Desa Bontihing dengan Desa Pakraman : 2
- Desa Pakraman Bontihing
- Desa Pakraman Rendetin
l. Desa Pakisan dengan Desa Pakraman : 4
- Desa Pakraman Pakisan
- Desa Pakraman Sangburni
- Desa Pakraman Klandis
- Desa Pakraman Mengandang
m. Desa Tambakan dengan Desa Pakraman :1
- Desa Pakraman Tambakan

KECAMATAN GEROKGAK

Dasar Hukum :
Dasar Hukum Pembentukannya adalah Berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, bahwa pemerintah Kecamatan merupakan wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten.
Tugas Pokok :
Visi Dan Misi
“Prima Dalam Pelayanan Menuju Masyarakat Sejahtera Berdasarkan Tri Hita Karana”
1. Meningkatkan kualitas pelayanan;
2. Meningkatkan rasa aman di masyarakat;
V. Analisis Swot
Sebelah Utara : Laut Bali
Sebelah Selatan : Hutan
Sebelah Barat : Kabupaten Jembrana
Sebelah Timur : Kecamatan Seririt
1. Optimalisasi manajemen sumber daya manusia dalam pengelolaan sumber daya alam.
2. Penyediaan infrastruktur pendukung dalam pemanpaatan sumberdaya alam; dan
3. mengoptimalisasikan pasilitas kerja dan sumber daya manusia yang ada.
Program unggulan
a. Pertanian dalam artian luas.
Luas lahan pertanian di kecamatan gerokgak adalah 7.285,00 Ha dengan jumlah dengan jumlah penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani sebanyak 27.588 jiwa dengan perincian luas tanah:
- Tanah Tegalan : 5.887,00 Ha
- Perkebunan : 1.073,00 Ha
- Sawah : 325,00 Ha
Produk pertanian yang dihasilkan berupa tanaman palawija dan holtikultura seperti kelapa, jagung, kacang-kacangan dan buah-buahan (pisang, mangga, anggur) bahkan anggur wane mendapat piagam perunggu tingkt dunia. Berdasarkan RT/RW kabupaten buleleng dan pola pengembangan wilayah kecamatan Gerokgak yang termasuk kawasan pertanian dalam arti luas (industri II) meliputi Desa Musi, Desa Penyabangan, dan Desa Banyupoh.
b. Peternakan.
Potensi peternakan di kecamatan Gerokgak sangat menjanjikan selain karna daerahnya yang luas dan cocok untuk peternakan disisi lain kondisi laut di wilayah kecamatan Gerokgak sangat poten sial untuk pengembangan untuk budidaya kelautan seperti kerang mutiara, keramba jarring, kerapu, tambak udang, ikan hias, dan rumput laut. Bahkan budidaya Back Yard/ Hatchri (tambak udang) di Indonesia yang hanya ada dikecamatan Gerokgak merupakan andalan. Untuk peternakan darat kususnya sapi telah di rintis pembangunan pasar hewan Goris didesa Pejarakan untuk antar pulau (telah di resmikan oleh Bapak Bupati Buleleng). Potensi peternakan dikecamatan Gerokgak meliputi:
- Ternak Sapi : 19.461 ekor
- Ternak Babi : 28.529 ekor
- Ternak Kambing : 4.241 ekor
- Ternak Kerbau : 627 ekor
- Ternak Kuda : 36 ekor
- Ternak Domba : 67 ekor
- Ternak Unggas : 1.983 ekor
Selain itu budidaya sarang burung waret mempunyai potensi yang sangat besar mendatangkan investor dari luar daerah dan sampai sekarang budidaya sarang burung Walet telah tesebar di seluruh Desa di Kecamatan Gerokgak
c. Industri
Kawasan industri di Kecamatan Gerokgak khususnya industri berat tersebar di desa Tukadsumaga, Desa Tinga-Tinga, desa Celukan Bawang dan Desa Pemulon. Pelabuhan nasional Celukan Bawang sebagai pelabuhan bongkar muat barang dan orang seperti semen Tonasa, Pupuk Kaltim dan kayu bahan bangunan, apalagai adanya rencana untuk pelabuhan kapal pesiar dan perakitan kapal Boat (PMA/ penanaman modal asing) dari Australia, serta pelabuhan rakyat tradisional pengambetan desa Sumberkima yang dapat di kembangkan dengan dermaga sekala kecil untuk kapal perahu kayu, rempah-rempah dan bahan kayu bahan bangunan. Selain industri yang bersekala berat terdapat industri yang bersekala sedang dan kecil yang tersebar di seluruh desa di kecamaan Gerokgak seperti usaha pengolahan kayu, penggilingan (padi, kopi, jagung) kerajinan perak dan kerajinan ukir.
d. Pariwisata
Potensi pariwisata di Kecamatan Gerokgak terbesar didesa Pemuteran, Desa Sumberkima dan Desa Pejarakan. Potensi pariwisata tersebut antara lain labuhan lalang Desa sumber lampok dan petani Banyuwedang, tempat/terminal wisatawan dan umat menuju pulau menjangan sebagai obyek wisata bahari yang terkenal dengan taman laut dan ikan hiasnya. Taman nasional bali barat ( TNBB) sebagai obyek wisata dan Mascot Bali dengan burung Jalak Bali dan berbagai satuan dengan pantai pasir putihnya. Menjangan Jungle Rsort / Trimbawan dan Sorea Barito Wisata sebagai salah satu pemegang IPPA (Ijin Pengelola Pariwisata Alam ) yang memelihara berbagai macam Satua dengan pelestarian alamnya.
VII. Indikator keberhasilan
Dai berbagai program ungulan yang terdapat di kecamatan Gerokgak dapat dikatakan dapat di katakana bahwa program-program tersebut telat berhasil di laksanakan hal ini dapat di lihat dari beberapa indikattor keberhasilan sebagai berikut :
1. Pertanian dalam arti luas, indiktor keberasilannya:
- Luas lahan pertanian mencapai 7.285,00Ha
- Produksi tanaman padi dan palawijam mencapai16.770 Ton
- Terpenuhinya ketahanan pangan sampai meuju pada peningkatan ke Argobisnis.
2. .Peternakan indikator keberhasilan:
- Populaisi peternakan mencapai 457.047 ekor
- Total produksi perikanan laut mencapai 1.537,1 Ton
- Total produksi budidaya perikanan mencapai 1.627,2 T
- Hampir seluruh masyarakat di kecamatan Gerokgak berternak di sela-sela kegiatan pertaniannya.
2. Idustri indikator keberhasilannya:
- Unit usaha industri mencapai 867 dengan total jumlah tenaga kerja mencapai 1.809 Orang.
- Usaha-usaha industri terus bermunculan dan berkembang.
4. . Pariwisata, indicator keberhasilan :
- Jumlah hotel 12 buah dengan jumlah kamar 248 kamar dan 352 tempat tidur.
- Kawasan pariwisata tersebar di beberapa wilayah antara lain :
1. Desa penyabangandengan luas kawasan pariwisata 1.949 Ha
2. Desa banyupoh dengan luas kawasan pariwisata 2.162 Ha
3. Desa pemuteran dengan luas kawasan pariwisata 3.020 Ha
4. Desa pejarakan dengan luas kawasan wisata 3.960 Ha
Data Pegawai
- Tenaga PNS : 40 Orang
- Non PNS : 29 Orang
Jumlah penduduk yang memiliki:
- KTP : 43.079 Orang
- KK : 19.686 orang
- Jumlah lansia : 801 Orang
Banyaknya Desa Atau Kelurahan Yang Ada Di Kecamatan Gerokgak
1. Desa Sumber Klampok
2. Desa Pejarakan
3. Desa Sumberkime
4. Desa Pemuteran
5. Desa Banyu poh
6. Desa Penyabangan
7. Desa Musi
8. Desa Sangga Langit
9. Desa Gerokgak
10. Desa Patas
11. Desa Pengulon
12. Desa Tinga -Tinga
13. Desa Celukan Bawang
14. Desa Tukadsumaga

DATA KECAMATAN BUSUNGBIU
Dasar Hukum
Dasar Hukum Pembentukannya adalah Berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, bahwa pemerintah Kecamatan merupakan wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten.
Tugas Pokok Dan Fungsi
Fungsi
Untuk melaksanakan pokok tersebut di atas, pemerintah Kecamatan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah umum dan pembinaan keagrarian
b. Pelaksanaan pembinaan pemerintahan Desa dan Kelurahan;
c. Pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah dan perlindungan masyarakat di wilayah Kecamatan;
d. Pembinaan pembangunan yang meliputi Perekonomian, Distribusi, dan pembinaan sosial kemasyarakatan;
e. Pelaksanaan pembinaan pelayanan umum dan lingkungan hidup;
f. Pengkoordinasian operasional unit Pelaksana Teknis Dinas serta kegiatan lintas sektoral Desa yang ada di wilayah kecamatan;
g. Pelaksanaan tata usaha kantor
VISI DAN MISI
1. Visi :Pelayanan Prima Menuju Masyarakat Sejahtera Yang Berlandaskan Tri Hita Karana
2. Misi :
1. Meningkatkan Kualitas Pelayanan
2. Meningkatkan Kesejahtraan Masyarakat
Analisis Swot Kantor Camat Busungbiu :
a. KEKUATAN (STRENGTH)
1. Adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas melaksanakan program-program / tugas-tugas pemerintahan;
2. Tersedianya dana (anggaran) untuk membiayai program / kegiatan / tugas-tugas pemerintahan di tangan Kecamatan;
3. Tersedianya Sarana dan Prasarana (Gedung, Kendaraan Dines, Peralatan Elektronik dan lain lain) untuk menunjang tugas-tugas dines;
4. Tersedianya DPA yang di jadikan acuan dalam melaksanakan program-program pemerintah daerah di tingkat kecamatan;
5. Tersusunnya program-program yang di tangani oleh masing masing seksi;
6. Tersedianya data-data kependudukan yang lengkap;
7. Tersedianya profil/ monograpi masing-masing desa;
b. KELEMAHAN (WEAKNESS):
1. Masih kurangnya jumlah Personil / Pegawai / SDM untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan;
2. SDM yang ada belum memenuhi kualifikasi pendidikan / keterampilan yang di butuhkan;
3. Masih adanya Personil / Pegawai yang tingkat disiplinya kurang, sehingga akan dapat menghambat tugas-tugas dinas;
4. SDM yang ada belum seluruhnya menguasai / memahami secara teknis bidang tugas masing-masing;
5. Belum seluruh Personil / Pegawai menguasai Informasi Teknologi;
6. Belum seluruh Personil / Pegawai memahami peraturan perundang-undangan yang terkait dengan urusan pemerintahan;
c. PELUANG (OPPORTUNITIES)
1. Adanya dukungan data dari pemerintah daerah yang dapat membantu pelaksanaan tugas tugas pemerintah di Kecamatan;
2. Dilaksanakanya penyuluhan / sosialisasi / bimbingan teknis untuk program Pemerintahtertentu oleh pemerintahdaerah kepada aparatur Kecamatan;
3. Adanya peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar hokum dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintah di Kecamatan;
4. Dukungan masyarakat Kecamatan atas program-program pemerintahan yang di laksanakan di tingkat Kecamatan;
5. Dukungan yang baik dari aparatur pemerintah desa untuk melaksanakan program pemerintah pada masing-masing desa;
6. Tingkat pendidikan masyarakat Kecamatan Busungbiu yang semakin maju sehingga memudahkan memeberikan pemahaman atas program-program kemasyarakatan;
7. Adanya koordinasi yang baik antar Muspika dan Dinas Nivo yang ada di Kecamatan.
8. Terpilihnya suasana yang kondusif yang bias menunjang lancarnya pelaksanaan program pemerintah.
d. HAMBATAN (THREATH):
1. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan;
2. Masih adanya kelompok masyarakat tertentu yang belum memahami program-program pemerintah, terutama kelompok masyarakat pada desa tertentu. Sehingga masih perlu di berikan penyuluhan / sosialisasi secara rutin;
3. Belum seluruh kegiatan yang di programkan mendapat dukungan dana yang cukup dari pemerintah Daerah
PROGRAM UNGGULAN
INDIKATOR KEBERHASILAN
- Tertatanya Administrasi pemerintahan desa termasuk Administrasi PKK Desa
- Terpilihnya adat Istiadat Desa Pakraman.






![]() | Hari ini | 409 |
![]() | Kemarin | 397 |
![]() | Minggu ini | 1514 |
![]() | Minggu Lalu | 3153 |
![]() | Bulan ini | 7521 |
![]() | Bulan Lalu | 10159 |
![]() | Total | 34568 |
sumber: KlikBCA.com
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||